Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Diberlakukan Rapid Test Antigen, Calon Penumpang Pesawat dari Kalsel Banyak Batal Berangkat

Kebijakan mendadak rapid test antigen akibatkan banyak calon penumpang pesawat dari Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalsel batal berangkat.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANAJRMASIN - Adanya kebijakan setiap penumpang yang mau naik pesawat terbang harus rapid tes antigen yang berlaku di beberapa daerah, berdampak pada penumpang yang mengurungkan niatnya bepergian di libur panjang akhir tahun.

"Semula saya mau pulang ke Banjarmasin tanggal 30 Desember ini. Tapi arena harga tiket naik dan ada rapid tes antigen yang biaya cukup mahal, Rp 250.000, saya akhirnya membatalkannya," kata Muhammad, Senin (21/12/2020).

Lelaki yang bekerja di perusahaan swasta di Surabaya ini lebih memilih menyimpan uang yang ada, sambil menunggu harga tiket dan rapid test tersebut kembali turun.

Terpisah, Sekretaris DPD Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Kalsel, Hj Siti Aisyah, mengakui menjadi masalah baru baru pelaku travel di daerah.

"Pemberlakuan rapid antigen membuat semua yang  berpergian juga maskapai, apalagi travel menjadi masalah baru. Banyak orang yang membatalkan berangkat, hanya karena rapid antigen," katanya.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Vaksinasi 107 Juta Orang, Begini Saran Anggota TPPP Covid-19 ULM Agar Efektif 

Baca juga: Update Covid-19 Batola: Nihil Penambahan Kasus, Total Positif 892 Orang

Ditambahkan owner Camesa Tour & Travel di Banjar Indah Permai Banjarmasin ini, permasalahannya disamping keterbatasan klinik, juga karena mahalnya biaya rapid antigen tersebut berkisar Rp 250.000 sampai Rp 350.000. "Belum lagi masa berlaku tes rapid antigen hanya tiga hari dan harus rapid ulang lagi," tegasnya.

Ada rapid tes antigen, ada calon pelanggannya yang mau berangkat satu keluarga ke Labuan Bajo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemudian, menjadi ragu berangkat.

"Sementara untuk amannya, kami sebagai pelaku travel, tetap selalu monitor dan menyampaikan kepada pelanggan dengan dengan baik-baik agar  tetap berangkat menggunakan rapid test biasa yang dinamakan rapid antibody karena belum ada surat edaran menggunakan rapid tes antigen," katanya.

Nantinya, lanjut Aisyah, bila di bandara internasional sudah surat edaran harus Rapid Test Antigen, bisa dilakukan. Karena ada beberapa bandara internasional sudah sediakan klinik untuk Rapid Test Antigen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved