Berita Banjarmasin

Komisi IV DPRD Kalsel Usulkan Pengadaan Aset Asrama Mahasiswi di Jawa dan Provinsi Lain

Komisi IV DPRD Kalsel menyorot ada lebih dari 300 mahasiswa Kalsel di Semarang, namun fasilitas asrama Kalsel di sana hanya menyediakan 5 kamar.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM Luthfi Saifuddin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap tahun, rata-rata ada ratusan mahasiswa Kalsel yang merantau ke luar daerah mayoritas ke Pulau Jawa untuk menempuh pendidikan tinggi. 

Jika ditotal, diperkirakan ada ribuan mahasiswa dan mahasiswi Kalsel aktif yang berkuliah di luar Kalsel. 

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM Luthfi Saifuddin menilai, dari sekian banyak mahasiswa dan mahasiswi Kalsel di luar daerah itu tentu tak seluruhnya didukung kemampuan finansial yang berlebih dari orang tuanya. 

Karena itu, peran Asrama Kalsel di kota-kota pendidikan di luar Kalsel semakin penting keberadaannya. 

Baca juga: Kecamatan Mekarsari Batola Rayakan Hari Jadi ke-34, Ajak Masyarakat Wujudkan Agrowisata Nanas

Baca juga: Tarif Rapid Test Antigen di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan RS TNI AU Lanud Sjamsudin Noor

Baca juga: Gelar Pasukan Operasi Lilin Intan 2020, Kapolresta Banjarmasin Intruksikan THM Tutup

Setelah selama dua bulan memantau 13 Asrama Kalsel di berbagai daerah, Komisi IV DPRD Kalsel membawa pulang sederet catatan sebagai masukan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel. 

"Contoh di Semarang, ada lebih dari 300 mahasiswa Kalsel di Semarang tapi asrama hanya ada 5 kamar," kata Luthfi, Senin (21/12/2020).

Selain itu, catatan penting lainnya kata dia adalah belum adanya asrama Kalsel yang diperuntukkan bagi mahasiswi, sehingga dinilainya Pemerintah Kalsel perlu mengadakan aset asrama mahasiswi. 

Hal ini kata Luthfi merupakan salah satu poin penting yang diusulkan Komisi IV dalam penyusunan rencana kerja Tahun 2022.

"Kebetulan akan ada penyusunan rencana kerja Tahun 2022 kami tidak ingin kecolongan pengusulannya. Kami akan usulkan pengadaan bukan cuma sebatas renovasi tapi pengadaan aset provinsi asrama putri di kota kota pelajar di Indonesia," tegas Luthfi. 

Selain agar lebih dapat mengakomodir para mahasiswa dan mahasiswi Kalsel di luar daerah, pengadaan aset milik daerah juga kata Luthfi tentu tidak akan menjadi sesuatu yang merugikan karena nilainya yang akan terus bertambah seiring waktu.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved