Breaking News

Berita Nasional

'Drone China' Terjaring Nelayan di Laut Indonesia, Curi Data Perairan untuk Kapal Selam Asing

Drone bawah air ditemukan aksara China yang bertuliskan nama China Shenyang Institute of Automation, Chinese Academy of Sciences.

Editor: Didik Triomarsidi
Wikimedia Commons
Drone bawah laut Remus 100 seperti yang ditemukan oleh David Haas 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Sebuah drone bawah air yang dilengkapi dengan kamera terjaring nelayan di wilayah Sulawesi Selatan di dekat Kepulauan Selayar beberapa hari yang lalu.

Drone yang berbentuk seperti rudal yang diduga milik China tersebut telah diamankan di Pangkalan Angkatan Laut di Makassar.

"Tidak ada info dari kepolisian, karena saat ini benda tersebut berada di bawah otoritas Kodim Selayar," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, kepada Tribunnews.com, Sabtu (2/1/2021).

Drone tersebut terjaring oleh nelayan bernama Saehuddin, pada 20 Desember 2020. Namun kabar tersebut baru ramai diperbincangkan publik di awal tahun 2021.

Baca juga: Trending di Twitter, Jack Ma Lenyap Misterius Usai Kritik Pemerintah China

Baca juga: Kevin Sanjaya Positif Covid-19, Batal Temani Marcus Gideon di Thailand Open

Baca juga: VIRAL Lafaz Allah di Tengah Hutan Sumatera, Pria Ini Buktikan Pakai Drone, di Google Dianggap Hoaks

Drone dengan semacam rangkaian sensor di hidungnya itu memiliki panjang 2,25 meter dan berat 175 kilogram.

Saehuddin pun menyerahkan drone yang diduga milik China itu kepada TNI, tepatnya Koramil Pasimarannu, Kodim 1415 Kepulauan Selayar.

Bukan yang pertama

Terjaringnya seaglider milik negara lain oleh nelayan lokal bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Pada 2019 hal serupa pernah terjadi di perairan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Benda yang awalnya diduga rudal oleh nelayan, ternyata merupakan seaglider yang juga diduga milik China.

Di seaglider itu ditemukan aksara China yang bertuliskan nama China Shenyang Institute of Automation, Chinese Academy of Sciences.

Keberadaan seaglider milik negara lain tentu mengusik keamanan dan pertahanan nasional Indonesia.

Sebabnya, seaglider memiliki kemampuan perekaman data strategis.

Sejumlah data strategis yang bisa direkam seaglider di antaranya data salinitas, arus, temperatur, dan kontur bawah laut.

Data tersebut sangat penting untuk operasi kapal selam yang merupakan persenjataan strategis angkatan laut, karena sifat operasinya yang senyap dan bisa masuk ke belakang garis pertahanan lawan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved