Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Merapi Batuk, Awan Panas Guguran Meluncur ke Kali Krasak

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sekitar 08.02 WIB, Kamis (7/1/2021).Arahnya barat daya ke Kali Krasak. Tinggi kolom 200 meter

(ANTARA FOTO/RANTO KRESEK)
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang tampak dari Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan saat ini Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi kembali alami peningkatan. Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sekitar 08.02 WIB, Kamis (7/1/2021).

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dengan durasi tercatat 154 detik.

"Arahnya barat daya ke Kali Krasak. Tinggi kolom 200 meter," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Meski begitu, jarak luncur tidak teramati karena tertutup kabut.

Baca juga: Kemunculan Cahaya di Puncak Gunung Merapi Saat Malam Tahun Baru, Begini Penjelasan BPPTKG

Baca juga: Area Penemuan Mortir di Gunung Damarwulan PTPN Tanahlaut Langsung Disisir, Warga Diimbau Hati-hati

Namun jika melihat durasinya, jarak luncur terhitung pendek. "Itu kemarin kan ada gundukan kecil, itu diperkirakan yang terjadi awan panas," ungkapnya.

Hanik menuturkan sampai saat ini belum mendapat laporan adanya hujan abu akibat adanya guguran awan panas di Gunung Merapi.

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang tampak dari Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan saat ini Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang tampak dari Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan saat ini Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi. ((ANTARA FOTO/RANTO KRESEK))

"Belum ada (laporan hujan abu), karena ini masih kecil ya. Kami belum mendapatkan laporan hujan abu," ucapnya.

Sampai saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III). Radius bahaya berada 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. "Untuk masyarakat yang jelas kewaspadaan ditingkatkan karena ini sudah ada awan panas. Ikuti informasi dan arahan dari pemerintah daerah," pungkas dia.

* Hari Ini Sudah 9 Kali

Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar atau awan panas guguran pada hari ini, Kamis (7/1/2021).

Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sejak 00.00 WIB hingga 06.00 WIB tercatat ada sembilan kali guguran lava.

"Guguran lava pijar teramati sembilan kali jarak luncur maksimum 500 Meter ke arah Kali Krasak," ujar Heru Suparwaka, petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, dalam laporan tertulisnya, Kamis (7/1/2021).

Heru mengatakan, pada hari tercatat ada 21 kali gempa guguran, 26 kali gempa embusan, 70 kali gempa fase banyak, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Sebelumnya, BPPTKG menyampaikan Gunung Merapi saat ini sudah memasuki fase erupsi 2021.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved