Breaking News:

Berita Olahraga

Atlet Atletik Ingin Lintasan Tartan, Begini Respons Dispora Kalsel

Keinginan atlet atletik agar ada lintas tartan sebenarnya telah diperhatikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan.

banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kabid Pembinaan Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel Fitri Hernadi 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keinginan atlet atletik agar ada lintas tartan ternyata telah diperhatikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan.

Bahkan Dispora pernah merencanakan untuk membangun lintasan tartan.

Kabid Pembinaan Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel Fitri Hernadi mengakui di 2020 awal pihaknya sudah punya anggaran untuk membangun lintasan tartan di SKB Mulawarman.

"Jika tak salah waktu itu dananya Rp1,2 miliar - Rp2 miliar, kita akan melakukan perencanaan namun ternyata covid, akhirnya gagal total, artinya kita masih bersemangat membuat tartan untuk para atlet atletik berlatih," paparnya.

Baca juga: Berharap Bisa Optimal Berlatih, Atlet Atletik Banjarmasin Harapkan Lintasan Standar Internasional

Baca juga: Jadwal Liga Italia Siaran Live Mulai Malam Ini di Bein & RCTI, AC Milan vs Sassuolo, Roma vs Inter

Kasi Sarana Prasarana Dispora Asean Kamil pun mengungkapkan jika anggaran lintasan tartan disetujui, pihaknya hanya bisa melakukan pembangunan di SKB Banjarmasin dan 17 Mei.

Sebelumnya, atlet atletik Melvin yang juga merangkap ketua pembinaan atletik kota Banjarmasin Melvin mengatakan dirinya serta rekan kebetulan pernah ikut melakukan pelatihan atau tryout di luar Banjarmasin yakni di Semarang dan Solo.

Dan ia melihat ada perbedaan dalam hal ini yakni lapangan.

"Karena lapangan di sini jauh dari standar. Bedanya di sini grafel atau tanah dan tak standar, banyak krikil dan koral. Dan itu sangat berpegaruh terhadap fisik dan peralatan anak-anak seperti sepatu," tuturnya beberapa waktu lalu.

Sepatu yang seharusnya bisa bertahan selama satu tahun sekarang dengan lapangan saat ini hanya bertahan sekitar 6 bulan.

Padahal harga sepatu sendiri tak murah yakni dikisaran Rp1 juta - Rp1,5 juta.

Ia pun berharap adanya lapangan yang standar nasional yakni lintasa tartan.

Pasalnya di daerah yang relatif kecil seperti di Solo sudah ada lintasan atau lapangan tartan bahkan mereka punya dua lapangan atau lintasan tartan.

Dengan adanya lintasan tartan yang seperti karet dan padat maka akan meminimilisir atlet cedera.
Dan kedua air hujan tak diam di permukaan tapi meresap sehingga jika masih rintik dan hujan para atlet bisa tetap latihan.

(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved