Breaking News:

Motif dan Model Sasirangan Teranyar

Ditempel di Helm hingga Sepeda Motor, Kain Perca Sasirangan Ternyata Cukup Diminati

Kain sisa potongan atau perca khas Kalimantan Selatan ini bernilai jual saat ditempelkan di helm maupun sepeda motor.

Usamah untuk BPost
Helm dan pot dihias kain perca Sasirangan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sasirangan tak hanya dibikin pakaian, kain sisa potongan atau perca khas Kalimantan Selatan ini bernilai jual saat ditempelkan di helm maupun sepeda motor.

Kreatifitas pengrajin Banua, Usamah, SPdI, MPd yang memanfaatkan limbah kain perca Sasirangan menjadi nilai jual setelah 'ditempel' ke helm hingga sepeda motor.

Guru SMAN 12 Banjarmasin ini bercerita, Juli 2020 ingin memulai usaha dengan jalan-jalan ke tempat pamannya bekerja sebagai penjahit, banyak potongan bekas Sasirangan. 

"Saya pun berpikir bagaimana kain perca itu bisa jadi duit. Kemudian saya mencoba memasang ke media toples dan dikembangkan ke pot bunga dan helm hingga sepeda motor," ucapnya.

Baca juga: Baca Peluang Pasar, Pengrajin di Banjarmasin Produksi Motif Sasirangan Limited

Baca juga: Ciptakan Sasirangan Motif Nenas, Desainer Banua Tembus Fashion Nasional dan Internasional

Hasil karyanya itu dicoba dipasarkan, ternyata peminatnya cukup banyak tak hanya di Kalsel juga ada dari Kalteng hingga Samarinda, Kaltim.

Dijelaskan Usamah, produksi sehari  jenis toples dan pot bunga bisa dibikin lima buah. Saat ini dirinya belum ada karyawan, dan membikinnya tergantung kesulitan medianya

"Kalau helm dikerjakan tiga buah sehari, dan sepeda motor bisa dua buah. Motifnya tergantung kehendak konsumen," ungkapnya.

Dia menjelaskan, mengingat keterbatas modal, saat ini hanya sekedar buka jasa pemasangan saja.

"Saya pun ada kerjasama dengan penjual kain Sasirangan, karena kainnya baru, ini harganya beda," tandasnya.

Menurut Usamah, harga jasa membikinnya, tergantung media. Untuk pot bunga dan toples Rp30.000 sampai 100.000, helm Rp 100.000, sepeda motor Rp 250.000 sampai Rp 500.000 tergantung pesanan konsumen apa saja yang ditempel.

Dia pun bercerita, faktor kesulitan menempel di helm bila bentuknya polos dan bulat.

Baca juga: Sasirangan Ecoprint Lagi Ngetren, Daun Singkong dan Rumput Pun Jadi Motif Unik

Mengerjakannya harus dipotong dulu, bila tidak hasilnya kurang. Helm merk GM, Ink dan NHK lebih banyak lekukannya, sehingga mudah dikerjakan.

Kain yang dibutuhkan menempel ke helm sekitar 50x50 sentimeter, tergabtung corak Sasirangan. Kalau Corak Sasirangan model sekarang, bisa banyak memakai kainnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
 

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved