Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Saham ANTM Terjun Bebas, Gara-gara Divonis Bayar Ganti Rugi Emas 1,1 Ton ke Pengusaha

Akibat putusan pengadilan itu pada sesi I penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) , saham PT Antam anjlok cukup dalam.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Jurnalis memotret layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – PT Aneka Tambang (Antam) dihukum membayar kerugian Rp 817,4 miliar atau setara 1,1 ton emas kepada pengusaha bernama Budi Said.

Penyebabnya, Budi Said yang membeli 7 ton emas hanya menerima 5,9 ton. Anehnya, 1,1 ton emas tidak diberikan.

Putusan itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (15/1).

Majelis hakim yang diketuai Martin Ginting mengabulkan gugatan Budi Said selaku pembeli 7.071 kilogram (kg) atau 7 ton emas Antam di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Surabaya I Antam.

Baca juga: Crazy Rich Surabaya Kalahkan PT Antam, Budi Said Akhirnya Menang Gugatan 1,1 Ton Emas

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Emas Antam 2 Gram Tetap Rp 1.934.000

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 8.000, Dibanderol Rp 948.000 Per Gram

Akibat putusan pengadilan itu pada sesi I penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (18/1/2021), saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok cukup dalam.

Melansir RTI pada sesi I, ANTM terjun 4,81 persen (150 poin) di level 2.970.

Penurunan ANTM sebelumnya juga terjadi pada penutupan perdagangan pekan lalu, dimana ANTM terkoreksi 1,8 pesen.

Analis Artha Sekuritas Dennis Christopher mengatakan, kabar terkait dengan putusan Pengadilan Negeri Surabaya tersebut tidak memberi pengaruh yang cukup kuat terhadap penurunan harga saham ANTM.

“ANTM tidak terlalu terpengaruh dengan berita tersebut. Memang kenaikan sudah sangat tinggi, sehingga memasuki jenuh beli dan terjadi koreksi,” kata Dennis kepada Kompas.com.

Dennis mengatakan, sangat wajar bila ANTM akan bergerak di trend konsolidasi sementara waktu, sembari menunggu perkembangan bisnis terutama terkait rencana produksi baterai untuk kendaraan listrik.

Berbeda dengan Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas yang mengatakan putusan Pengadilan Surabaya terkait dengan ganti rugi menjadi sentimen negatif bagi ANTM. Hal ini diperkeruh dengan harga saham ANTM yang sudah cukup tinggi.

“Untuk ANTM, sentimen negatif dari ganti rugi dan ditambah lagi dengan kenaikan harganya yang sudah tinggi, faktor teknikalnya juga menyebabkan ANTM koreksi,” kata Sukarno.

Sukarno mengatakan, untuk prospek jangka pendek harga saham ANTM bisa kembali turun sampai menyentuh area support 2.770 hingga 2.780. Namun, jika dalam waktu dekat harga tidak mampu bertahan di atas support tersebut, maka harga bisa mengalami tren bearish.

“Untuk saat ini belum ada sinyal transisi harga dan masih tergolong koreksi wajar. Untuk saat ini (investor) perlu wait and see dulu, dan melihat konfirmasi pola harga yang terbentuk agar bisa menentukkan target selanjutnya,” jelas Sukarno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diminta Ganti Rugi Emas 1,1 Ton, Saham ANTM Terjun di Sesi I ", Klik untuk baca:

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved