Banjir di Kalsel
8717 Pembudidaya Ikan Terdampak Banjir Kalsel, Kerugian Ditaksir Capai Rp 92 Miliar
Data hingga per Selasa (19/1/2021) ada sebanyak 8717 orang oembudidaya di Kalsel yang terdampak banjir Kalsel
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rupanya, Dampak banjir di Kalsel terdampak juga kepada pembudidaya atau petambak ikan di Kalsel.
Datanya di Kalsel tidak sedikit. Tercatat sementara, data hingga per Selasa (19/1/2021) kemarin ada sebanyak 8717 orang di Kalsel.
Jika ditotal dirupiahkan kerugian atas musibah banjir ini di sektor perikanan sebesar Rp 92 miliar.
Jika dirinci, sementara paling banyak yang melaporkan kerugian adalah pembudidaya ikan, sebanyak 4.336 orang dari total 280.166 jumlahnya.
Baca juga: Berwisata di Kerbau Rawa Bati-Bati, Mancing Ikan Jadi Kebiasaan Warga Sekitar Kala Musim Penghujan
Baca juga: Pembudidaya Ikan Guppy Asal Keraton Martapura Banjar Ini Raup Penghasilan Rp 1 Juta Seminggu
Sementara nelayan ada sebanyak 4160 orang terdampak dari total 95.763 orang, sisanya pengolahan hasil ikan yang terdampak sebanyak 215 orang dan pemasaran hasil ikan sebanyak 4 orang.
Data tersebut diperoleh dari hasil inventarisasi 10 dinas kabupaten kota yang terdampak banjir di Kalsel dan datanya akan bergerak naik karena masih dilangsung pendataan hingga Kamis (21/1/2021) ini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan HM Fadheli, menjelaskan bahwa dari data sebanyak itu yang dilaporkan terparah dan paling banyak yakni Kabupaten Banjar.
"Untuk Kabupaten Banjar yang dilaporkan sementara sudah 1840 orang petambak atau pembudidaya ikan dengan total kerugian sementara sekitar Rp 72 miliar," kata Fadhlei.
Selain kabupaten banjar, Fadheli terbanyak kedua yakni untuk pembudiya ikan di tanah laut sebanyak 1199 orang yang terdampak banjir.
"Memang ada banyak nelayan di tanah laut yang dilaporkan terdampak cuga karena cuaca ekstrim ada sebanyak 4160 nelayan," urainya.
Selain Tala juga dilaporkan terparah ketiga, Hulu Sungai Tengah sebanyak 162 pembudidaya ikan air tawar.
Dijelaskan Fadheli, bahwa inventarisasi terdampak terus dilakukan Diskanlut Kalsel. Kemudian Diskanlut menyarankan pembudidaya dan petambak ikan mengklaim asuransi.
"Kalau ada ikatan dengan pihak finansial. Maka segera diklaim Supaya beban mereka ini ada pembicaraan sehingga angsuran tidak menumpuk," kata Fadheli.
Kemudian bagi yang tidak ada asuransi tetap dicatat. Soal semua terdampak ini dan Diskanlut melaporkan dan memohonkan bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/banjir-di-jalan-desa-handilnegara-kurau-kabupaten-tala-provinsi-kalsel-kamis-21012021.jpg)