Berita Banjarbaru

Lima Penyakit ini Paling Banyak Dikeluhkan Korban Banjir Kalsel

lima penyakit yang paling banyak diderita para pengungsi yakni kutu air, sakit kepala, gangguan asam lambung, batuk dan hipertensi.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Kadinkes Kalsel Muslim 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga kini ada lima penyakit dominan yang diderita korban banjir Kalsel 2021.

Terang Kadinkes Kalsel, HM Muslim Jumat (22/1/2021) lima penyakit yang paling banyak diderita para pengungsi yakni kutu air, sakit kepala, gangguan asam lambung, batuk dan hipertensi.

Meski lima penyakit ini yang dominan namun semua penyakit tersebut tidak menular.

Sehingga tak perlu dirisaukan warga lainnya.

Penyakit tersebut jelasnya disebabkan sanitasi yang tidak baik akibat banjir yang membawa air tidak bersih yang mengandung kuman dan parasit.

Baca juga: Trump Beri Amerika Rp 367 Triliun di Hari Terakhir Menjabat Presiden AS, Uang dari Mana?

Baca juga: 29 Gedung Sekolah Pemprov Kalsel Rusak akibat Banjir, 3 di Kota Banjarmasin

Baca juga: Tanah Sekitar Tiang Ambrol, Rumah Nyaris Ambruk di Pagatanbesar Tala Bertambah Jadi Tujuh Unit

"Seperti kutu air itu kan dari air yang tidak bersih," ujarnya.

Paling banyak yang menderita penyakit utama ini dari usia 25 tahun sampai kurang dari 50 tahun.

Selain itu juga usia di atas 50 tahun, juga anak di bawah usia 17 tahun.

Dinkes Provinsi Kalsel terangnya juga sudah mendirikan posko kesehatan di tiap-tiap pengungsian.

Tidak hanya pelayanan tetap, juga disediakan pelayanan bergerak dengan perahu karet mendatangi warga yang mengungsi di daerah terpencil.

"Jika ada warga mengungsi di daerah terpencil, petugas singgah untuk memberikan pelayanan," katanya.

Untuk posko kesehatan terang Muslim Dinkes Provinsi menurunkan semua petugas medis, bahkan staf yang sebelumnya bekerja di kantor namun memiliki pendidikan medis diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga.

"Ditambah juga dari tenaga kesehatan puskesmas, relawan, IDI, PPNI, Patelki, hingga relawan dari Kalteng," ujarnya.

Pihaknya berkoordinasi sesama dinas kesehatan provinsi untuk membantu bencana terjadi di Kalsel.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved