Serambi Mekkah

207 Desa dan Kelurahan Terdampak Banjir, Update Data Ditangani Posko Terpadu Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar membentuk Pusdalops PB untuk menganani informasi dan komunikasi penanganan bencana.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
PUSDALOPS KABUPATEN BANJAR
Data terkait bencana banjir di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan,  memaksimalkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana yang selanjutnya disingkat Pusdalops PB.

Pusdalops PB Kabupaten Banjar diketuai Dandim 1006/Martapura, Wakilnya dijabat Kapolres Banjar dan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar.

Sedangkan Sekretaris Pusdalops PB dijabat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar dan Bagian Organisasi Setdakab Banjar.

Tugas Pusdalops PB Kabupaten Banjar, menyelenggarakan sistem informasi dan komunikasi penanggulangan bencana secara terpadu, melalui berbagai sarana dan sinergitas dengan pemangku kepentingan lainnya. 

Keberadaan Pusdalops PB menyatu dengan Posko Terpadu Pengendalian Banjir Kabupaten Banjar yang dipusatkan di halaman  Kantor Bupati Banjar. 

Menginformasikan perkembangan terakhir penanganan banjir dan personalia yang memaksimalkan Pusdalops PB Kabupaten Banjar, dilaksanakan konfrensi pers di Command Center Barokah Martapura, Sabtu (23/1/2021).

Hadir selalu narasumber Sekda Banjar HM Hilman, Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, Kepala Bappedalitbang Galuh Tantri Narindra, Kepala Bidang IKP DKISP Eddy Elminsyah Jaya dan jurnalis yang mengkuti melalui virtual.

Di kesempatan ini, Sekda HM Hilman, mengatakan, telah dibentuk Posko Terpadu Penanganan Banjir dan akan rutin melaksanakan konferensi pers. Terutama, update data terbaru penanganan bencana banjir.

Harapan yang ada, kata HM Hilman, media center Pemerintah Kabupaten Banjar yang dikelola DKISP Kabupaten Banjar untuk menyebarluaskan kepada masyarakat info yang didapat dari Posko Terpadu dan jika ada yang ingin diklarifikasi bisa menghubungi Posko Terpadu.

"Didorong kepada pihak kecamatan agar selalu membuat data. Diharapkan nanti, pos-pos pengungsian membuat data yang nantinya dijadikan acuan Posko Terpadu," harapnya.

Kemudian, Letkol Arm Siswo Budiarto menginformasikan terkait pembangunan jembatan di Km 55 sudah selesai dan dapat dilintasi pengguna jalan.

Namun karena pada malam kemarin sempat turun hujan, mengakibatkan adanya gerusan, dan dinilai oleh Balai Jalan Nasional membahayakan jika dilewati angkutan roda empat.

"Sementara, hanya dilewati roda dua saja. Serta, akan dibuat jembatan darurat sampai pembuatan jembatan utama normal kembali," katanya. 

Siswo juga meluruskan informasi tentang korban banjir yang kelaparan di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved