Breaking News:

Berita Kesehatan

VIDEO Viral, Pengobatan Mata Gunakan Cacing di Tapin, Datangkan Pasien  60 Orang Perhari

Salah satu jenis pengobatan mata yang sedang viral di Kabupaten Tapin yakni dengan menggunakan media cacing

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Salah satu jenis pengobatan mata yang sedang viral di Kabupaten Tapin bahkan merambah hingga Kalimantan Selatan pada umumnya yakni pengobatan mata menggunakan media cacing. Senin, (25/01/2021).

Pengobatan mata dengan menggunakan media Cacing sempat viral di media sosial saat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan melakukan pengobatan sebanyak tiga kali.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id di lokasi, pengobatan mata dengan cacing dan air tawar ini hingga saat ini tidak sedikit masyarakat datang untuk melakukan terapi di Desa Pinang Babaris Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin tersebut.

Bahkan, Pasien bukan hanya dari warga lokal Tapin, tetapi banyak juga dari kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Bahkan ada juga yang berasal dari Sampit, Kalimantan Timur.

Salah satu terapist, Syarwani saat ditemui Banjarmasinpost.co.id mengatakan hingga kini pasien yang terjauh datang dari Sampit, Beraw dan Kotabaru.

"Untuk pasien, setiap hari kurang lebih 60 orang yang datang," ungkapnya.

Syarwani mengatakan pengobatan mata menggunakan cacing bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit mata, seperti penyakit katarak, mata kabur minus dan lainnya.

"Untuk glukoma bisa dengan proses yang lama atau beberapakali terapi, sedangkan Untuk mata plus dan minus di atas 500 bisa kami obati," ujarnya.

Ia mengatakan pengobatam mata yang mulai ramai sejak satu setengah bulan lalu ini, diakui merupakan warisan keluarga yang diturunkan padanya selama puluhan tahun.

"Pengobatan mata ini berjalan puluhan tahun, dari mulai datu, Nini dan ibu kami," ucapnya.

Sedangkan untuk media terapi ia mengatakan menggunakan cacing khusus hasil budidaya sendiri.

"Untuk medianya air tawar dan cacing khusus hasil ternak sendiri," lanjutnya.

Ia juga mengatakan untuk biaya pengobatan yang dikenakan kepada setiap pasien tidak dipatok.

"Biayanya terserah kepada pasien, kita tidak pernah mematok harga," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stan)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved