Berita Tanahbumbu
Dua Jasad Ditemukan di Lorong Tambang Batu Bara Kabupaten Tanbu Kalsel
Dua penambang batu bara ditemukan di dalam lorong tambang di Desa Mentawakan Mulya, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanbu, Provinsi Kalsel.
Penulis: Man Hidayat | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Lagi, satu korban yang terperangkap selama beberapa hari di area Tambang Batu Bara, ditemukan tim pencari.
Lokasi musibah itu lorong tambang batu bara yang dilakukan secara manual di Desa Mentawakan Mulya, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan demikian sudah ada 2 korban, dari 10 orang yang terperangkap di dalam lorong tersebut, yang ditemukan tim pencarian hingga Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 13.00 Wita.
Korban pertama bernama Memet dan kedua bernama Syaifudin. Keduanya ditemukan di dalam lorong tambang batu bara tersebut.
• Jasad Satu Korban Pekerja yang Tertimbun di Tambang Batu Bara Manual Mentewe Tanbu Ditemukan
• Ini Daftar 10 Orang Yang Masih Terperangkap di Tambang Batubara Manual Memtewe Tanbu
Dikatakan Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Cpn Rahmat Trianto, kendala cuaca masih menyulitkan anggota dan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
Namun saat ada celah di pintu, anggota dan masyarakat mulai masuk melakukan pemeriksaan ke dalam lorong.
"Hingga Rabu, 27 Januari 2021, siang ini, kami temukan ada dua orang, dari 10 orang yang terperangkap. Pertama ditemukan sekitar pukul 11. 00 Wita dan yang kedua ditemukan pukul 12.30 Wita," sebut Dandim.
Dia menyebutkan, korban yang ditemukan keduanya dalam keadaan meninggal dunia, di dalam lorong yang kedalamnya sekitar 5 meter.
• Cerita Pekerja yang Selamat di Tambang Batu Bara Manual Kabupaten Tanbu Kalsel
• 10 Orang Masih Terperangkap di Lorong Tambang Batu Bara Manual Mentewe Tanbu
Sedangkan korban kedua ditemukan sekitar 70 meter dari mulut lorong tambang.
"Dua korban ini, masing-masing diketahui bernama Memet asal Pelaihari Kabupaten Tanah Laut dan Syaifudin asal Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara," sebutnya.
Namun, kegiatan evakuasi ini masih harus terkendala cuaca yang menyulitkan petugas. Sebab, masih terjadi hujan sehingga menyulitkan air yang ada dilokasi kembali harus disedot lagi.
"Kendala utama kami, mendung dan hujan masih sering turun sehingga menyulitkan," katanya.
Telah diberitakan sebelumnya, sejumlah orang melakukan penambangan batu bara secara manual di lokasi ini.
Saat Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 14.00 Wita, terjadi banjir di lokasi. Beberapa berhasil selamat, sedangkan 10 orang terperangkap di dalam lorong yang diduga terjadi saat datang banjir.
(Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/dandim-1022tanah-bumbu-letkol-cpn-rahmat-trianto-tambang-batu-bara-mentawakan-mulya-mentewe.jpg)