Budi Daya Lebah Madu di Kabupaten HSU

VIDEO Budi Daya Lebah Madu di Kabupaten HSU Jadi Objek Wisata

Tempat budi daya lebah madu dijadikan sebagai objek wisata di Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU, Provinsi Kalsel.

Tayang:
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.O.ID, AMUNTAI – Sekelompok warga belajar budi daya Lebah madu di Batu, Jawa Timur.

Hasilnya, usaha itu mereka terapkan dan bahkan dijadikan calon tempat wisata. Mereka ini adalah Kelompok Babirik Hulu Sungai Utara atau disingkat dengan Bahusutra.

Tempat usahanya di Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan.

Diketahui bahwa di Kecamatan Babirik terdapat banyak pohon buah-buahan yang sering berbunga dan menjadi makanan Lebah madu.

Kepala Desa Sungai Durait Hulu, Maseran, mengatakan, pihaknya saat ini berupaya lebih mengingkatkan budi daya lebah yang sudah ada. Dan akan dijadikan sebagai Objek Wisata, bagi warga Kabupaten HSU khususnya.

Bisa Lihat Langsung Cara Peras Madu di Sungai Durait Hulu Kabupaten HSU

Wisata Lebah Madu Bakal Banyak Manfaat Bagi Warga Kabupaten HSU

Letaknya memang cukup jauh dari Amutai, ibu kota Kabupaten HSU. Namun untuk menujunya, bisa ditempuh melalui jalan yang nyaman selama sekitar 20 menit dari Amuntai.

“Kami saat ini mulai mengenalkan kepada masyarakat umum dengan adanya budi daya lebah madu ini,” ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (27/1/2021).

Disadari, saat ini memang cukup banyak pembudidaya madu, namun jenis wanyi. Sedangkan untuk Lebah  madu memang belum ditemui.

Karena itulah, Kelompok Bahusutra di bawah bimbingan Dinas Pertanian, mengembangkannya.

Ditambahkan Maseran, pengunjung nantinya selain bisa mendapat manfaat dari madu asli, juga mengetahui proses budi daya sekaligus panennya.

Warga Kunjungi Budi Daya Lebah Madu di Sungai Durait Hulu Kabupaten HSU

“Sekaligus untuk edukasi untuk masyarakat. Kami sudah melihat di Batu Jawa Timur tentang budi daya madu selain sebagai industri peningkatan ekonomi juga sebagai wisata,” imbuh lelaki yang juga ketua kelompok Bahusutra.

Kelompok ini telahmemiliki alat untuk pemeras madu. Mesin tersebut bisa untuk menampung enam sarang sekaligus dalam sekali putar.

Dengan alat ini, nantinya bisa menjadi salah satu kegiatan yang bisa dicoba oleh pengunjung.

“Nanti, pengunjung bisa langusung memutar sendiri sehingga mengetahui bahwa madu yang dihasilkan benar benar asli,” ucap Haru, penasihat kelompok Bahusutra.

Cara penggunaannya sangat mudah, yaitu dengan cara diputar. Bisa dilakukan oleh setiap orang, sehingga  diharapkan bisa menjadi daya tarik pengunjung.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved