Breaking News:

Waspada Virus Nipah

Masyarakat Diimbau Waspada Virus Nipah, Ditularkan dari Ternak Babi

Pandemi virus corona masih belum teratasi, tapi kini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meminta masyarakat waspada pada virus Nipah.

Editor: Anjar Wulandari
SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studio
Ilustrasi -Masyarakat Diimbau Waspada Virus Nipah, Ditularkan dari Ternak Babi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pandemi virus corona masih belum teratasi, tapi kini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meminta masyarakat waspada pada virus Nipah.

Virus Nipah disebut akhir-akhir ini muncul dan mengkhawatirkan para ahli dunia.

Dalam keterangan yang diterima beberapa waktu lalu, virus Nipah harus diwaspadai dengan serius karena memiliki gejala klinis yang bervariasi.

Seperti gangguan pernapasan hingga ensefalitis atau radang otak. Virus disebut memiliki tingkat kematian 75 persen dan belum ditemukan vaksinnya.

Banjir Kalsel 2021, Pengungsi Warga Tunggul Irang Ulu Martapura Berharap Bantuan Kasur dan Sembako

VIDEO Pantauan dari Udara, Begini Dahsyatnya Kerusakan Yang Ditimbulkan Bencana Banjir Kalsel

Diketahui, virus Nipah berasal dari nama sebuah kampung di Malaysia, Sungai Nipah.

"Indonesia harus selalu waspada terhadap potensi penularan virus nipah dari hewan ternak babi di Malaysia melalui kelelawar pemakan buah," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto.

Ia menuturkan, dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kelelawar buah bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera khususnya Sumatera Utara yang dekat dengan Malaysia.

"Sehingga ada kemungkinan penyebaran virus Nipah melalui kelelawar atau melalui perdagangan babi yang ilegal dari Malaysia ke Indonesia," ujarnya.

Virus Nipah menyebar pertama kali di Malaysia pada 1999. Diduga hampir 300 orang tertular virus itu dari kawanan babi yang terinfeksi.

Babi itu diduga sakit karena terjangkit Virus Nipah, setelah menyantap sisa buah yang dimakan oleh kelelawar dari famili Pteropodidae yang membawa virus itu.

Meski demikian Didik menegaskan, sampai saat ini kasus virus nipah belum pernah ditemukan di Indonesia.

"Sampai saat ini kejadian infeksi virus nipah belum pernah dilaporkan di Indonesia," tegas Didik.

Semua RS Diperbolehkan Menangani Pasien Covid-19, Ini Tanggapan Wali Kota Banjarmasin

VIDEO Bantu Korban Banjir di Tanahlaut, Kejari Tanahlaut Salurkan Bantuan Sembako dari Kejati Kaltim

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Waspada Virus Nipah! Virus Apa Lagi Ini? Simak Penjelasan Kemenkes,

Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved