Berita Tanahlaut
Stok Bahan Pangan di Tala Kembali Stabil, Harga Cabai Bergerak Turun
Pantauan di pasar besar Pelaihari, Jumat (29/1/2021), barang dangangan di tiap kios pedagang lumayan banyak
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Setelah sempat menipis akibat sulitnya akses keluar masuk ke Pelaihari terdampak bencana alam (banjir besar), stok bahan pangan di pasar besar Pelaihari kini kembali stabil.
Pantauan di pasar besar Pelaihari, Jumat (29/1/2021), barang dangangan di tiap kios pedagang lumayan banyak.
Mulai dari beras, sembako, sayuran, ikan/daging, dan lainnya.
"Sudah masuk lagi seperti biasa kiriman barang dari agen," tutur Rahmat, pedagang sembako.
Fluktuasi harga juga stabil.
Pada sejumlah item barang, ada yang mengalami kenaikan dan penurunan secara wajar.
• Pasca Terendam Banjir, Pegawai Dispersip Kalsel Bersihkan Ruang Kids Library
• Gempa Pertama di Kalimantan 2021, Hari Ini Berau Kaltim Diguncang Gempa M 4,1
• NIAT Sholat Jumat Bahasa Arab dan Artinya, Juga Ada Syarat & Sunahnya, Ingat Kaum Lelaki Wajib!
"Alhamdulillah suplai dan ketersediaan bahan pangan sudah normal," ucap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala H Syahrian Nurdin didampingi Kasi Distribusi dan Usaha Perdagangan Myrna.
Pihaknya rutin tiap hari melakukan pemantauan stok dan harga bahan panga di pasar besar Pelaihari.
Terdata sekitar lima item bahan pangan yang naik. Di antaranya yakni daging ayam ras semula Rp 40 per kilogram menjadi Rp 45 ribu.
Lalu, ikan asin tenggiri Rp 95 ribu per kilogram menjadi Rp 100 ribu, ikan asin teri Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu, dan ikan peda Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu.
Sementara itu, papar Myrna, bahan pangan yang mengalami penurunan di antaranya telur ayam ras semula Rp 26 per kilogrsm menjadi Rp 25 ribu.
Semua jenis cabai juga turun.
Cabai merah segar biasa, merah keriting, rawit merah, rawit hijau, rawit taji, dan rawir tiung semula Rp 100 ribu per kilogrammenjadi Rp 90 ribu.
Bawang merah semula Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pantau-1.jpg)