Berita Tanahlaut

Setelah Batu Bara, Perusahaan Perkebunan Juga Bakal Bongkar Muat di Pelabuhan Pelaihari

Keberadaan Pelabuhan Pelaihari/Swarangan di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), kini mulai dilirik berbagai pihak.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
humpro pemprov kalsel
Bupati Tala H Sukamta menghadiri kegiatan perdana bongkar coking coal di Pelabuhan Pelaihari, Kamis kemarin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan Pelabuhan Pelaihari/Swarangan di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), kini mulai dilirik berbagai pihak.

Apalagi setelah beberapa pekan lalu pihak pengelola telah mengantongi izin operasional yang diterbitkan Bupati Tala H Sukamta.

Karenanya, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan yang dibangun Kementerian Perhubungan tersebut kini mulai aktif.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (1/2/2021) sejumlah warga Tala berharap operasional pelabuhan tersebut lancar dan berkembang.

ATURAN Baru Subsidi Listrik Gratis Pelanggan PLN, Beli Token Dulu & Dibatasi Cuma 720 Jam Per Bulan

HARI Besar Keagamaan Februari - April 2021, Ada Imlek, Isra Miraj, Nyepi dan 1 Ramadhan 1442 Hijriah

Lalulintas Trans Kalimantan Arah Sampit-Pangkalanbun Padat, Polres Kotim Bangun Pos Lantas

Dengan begitu, efek ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga di daerah ini, terutama warga sekitar.

Kegiatan perdana bongkar barang (coking coal) pun telah dilakukan pada Kamis beberapa waktu lalu.

Emas hitam berkalori tinggi sebanyak 30-an ribu ton tersebut didatangkan dari Australia oleh PT Semeru.

"Setiba di pelabuhan lalu dibongkar dan dinaikkan ke truk. Kemudian dibawa ke pabrik PT Semeru di Asamasam (Jorong)," papar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tala Gentry Yulianto.

Selanjutnya, jelas Gentry, coking coal tersebut diolah menjadi kokas.

Setelah itu akan diekspor ke mancanegara.

"Ke mana diekspornya, kami kurang tahu hal tersebut," jelasnya.

Mengutip laman WikiPedia, kokas adalah bahan bakar berkadar karbon tinggi dan berkadar pengotor rendah, yang dibuat dengan cara memanaskan batu bara tanpa udara.

Gentry mengatakan aktivitas di Pelabuhan Pelaihari/Swarangan kini telah aktif.

Kalangan pelaku usaha di Tala maupun dari daerah lain dapat memanfaatkan keberadaan fasilitas tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved