Berita Tanahlaut

Harga Cabai Kembali Menanjak di Pelaihari, Diskopdag Tala Sebut Hal ini Penyebabnya

harga bahan pangan di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih fluktuatif pascabanjir

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
MYRNA UNTUK BPOST GROUP
Petugas Diskopdag Tala melakukan pemantauan stok dam harga bahan pangan di Pasar Besar Pelaihari, Senin (1_2) kemarin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seperti di daerah lainnya, harga bahan pangan di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih fluktuatif pascabanjir.

Namun ketersediaan atau stoknya telah cukup memadai menyusul mulai kembali lancarnya akses jalan di sejumlah tempat seiring surutnya banjir.

Secara umum, harga bahan pokok dan lainnya stabil.

Kecuali harga cabai yang masih tergolong tinggi walau juga naik turun.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Senin kemarin hingga Rabu (3/2/2021) pagi, harga cabai rata-rata masih bertahan pada kisaran Rp 100 ribu per kilogram.

HEBAT! WNA Amerika Ini Bisa Terpilih Jadi Bupati di NTT & Bahkan Dukcapil Berikan KTP Kota Kupang

Gugatan di MK Masih Berlanjut, Jabatan Wali Kota Banjarmasin Bakal Diisi Caretaker

Satu Ton Ikan Asin dari Pemprov Kaltara Didistribusikan untuk Korban Banjir Kalsel

Meski kadang turun, namun tak seberapa dan tetap tergolong tinggi.

Pekan lalu sempat turun Rp 10 ribu, namun sejak beberapa hari lalu kembali naik.

Harga cabai merah biasa tetap bertahan Rp 100 ribu. Begitu pula cabai cabai merah keriting, rawit merah, rawit hijau, rawit taji maupun rawit tiung.

"Penyebabnya karena belakangan ini kan mulai sering hujan lagi, makanya harga cabai naik," ucap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala H Syahrian Nurdin didampingi Kasi Distribusi dan Usaha Perdagangan, Myrna.

Pada kondisi penghujan produksi cabai memang menurun karena komoditas ini pada fase generatif menghendaki cuaca cerah atau panas.

Myrna mengatakan pihaknya tiap hari juga terus melakukan pemantauan pasar.

Kegiatan ini guna mengetahui perkembangan harga dan stok semua jenis bahan pangan.

"Semuanya cukup untuk ketersediaan atau stoknya meski kadang beberapa jenis barang mengalami kenaikan," jelas Myrna.

Begitu pula ketersediaan beras yang sempat menipis pascaruntuhnya kanan kiri oprit jembatan di jalur jalan nasional di Pabahanan 14 Januari 2021 lalu yang berimbas pada tersendatnya arus keluar masuk ke Pelaihari.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved