Breaking News

Hari Pers Nasional 2021

Gubernur Kalsel Dianugerahi Pena Emas PWI, 9 Wartawan Raih PCNO di Hari Pers Nasional 2021

Peringatan HPN 2021 akan memasuki puncaknya pada Selasa (9/2/2021).PWI juga akan memberikan Anugerah Pena Emas kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Tayang:
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin, mendapatkan penganugerahan Pena Emas dari Parsatuan Wartawan Indonesia (PWI) , Kamis (4/2/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 akan memasuki puncaknya pada Selasa (9/2/2021).

Di momen itu, sebanyak sembilan wartawan senior akan menerima penghargaan Press Card Number One (PCNO) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

PWI juga akan memberikan Anugerah Pena Emas kepada Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor.

Pemberian penghargaan ini karena Gubernur Kalsel itu dianggap sebagai tokoh yang berperan penting dalam perkembangan dunia pers di Indonesia.

Viral Video Ribuan Paket J&T Berserakan Gegara Karyawan Mogok, J&T Express: Bukan di Indonesia

Mataraman-Astambul Masih Dihubungkan Jembatan Darurat, Angkutan Karet ke Banjarmasin Terhambat

Rencananya, penghargaan tersebut diberikan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, pada puncak perayaan HPN 2021 di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/2/2021).

Atal S Depari dalam keterangannya mengatakan pemberian Kartu Pers Nomor Satu ini bentuk penghargaan PWI Pusat kepada insan pers di Indonesia.

Logo HPN 2021
Logo HPN 2021 (Istimewa)

Disebutkan dia, anugerah PCNO sendiri telah diberikan sejak HPN X 2010 di Palembang, Sumsel. Tokoh nomor 1 adalah Rosihan Anwar, Jacob Oetama, Herawati Dyah, Dahlan Iskan, Gunawan Muhamad, Fikri Jufri, Karni Ilyas, Alwi Hamu.

Adapun sembilan nama penerima anugerah PCNO di HPN 2021 adalah Muhammad Baedarus ( PWI Jawa Barat), Syahdanur Abdul Manaf ( PWI Jawa Barat), Octo Lampito ( PWI Yogyakarta), Mursyid Songsang ( PWI Jambi), Dhimam Abror Djuraid ( PWI Jawa Timur), Raja Isyam Iswar ( PWI Riau), H. Dheni Kurnia ( PWI Riau), Khairul Muslim ( PWI Sumatera Utara) dan Jufra Irwan ( PWI Riau).

Sementara itu dilansir dari Antara, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tercatat sebagai orang ke-5 di Kalsel yang menerima penghargaan Pena Emas.

Sebelumnya adalah HM Said, Gusti Hasan Aman, Rudy Ariffin, dan Sulaiman HB. Secara nasional, Paman Birin adalah tokoh ke 42 menerima penghargaan serupa.

Anugrah Pena Emas dilaksanakan sejak 1976 dengan penerima pertama adalah Sumanang seorang tokoh pers nasional.

Ditemui usai penganugrahan pena mas secara virtual, Paman Birin mengatakan penganugrahan Pena Emas ia dedikasikan kepada masyarakat dan para tokoh banua.

“Karena tokoh Kalsel sebelumnya juga ada yang menerima Pena Emas, jadi ini luar biasa sekali ya, Kalsel banyak memiliki tokoh-tokoh yang berperan besar dalam kemajuan pers,” kata Paman Birin.

Sebelumnya dalam penyampaian orasi secara virtual di hadapan Forum Dewan Kehormatan PWI Pusat, Paman Birin didampingi tokoh pers Kalsel HG Rusdi Effendy, Pembina PWI Kalsel Fathurrahman, Ketua PWI Zainal Helmi beserta jajaran, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar serta unsur pimpinan SKPD Pemprov Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin, mendapatkan penganugerahan Pena Mas dari Parsatuan Wartawan Indonesia (PWI) , Kamis (4/2/2021).
Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin, mendapatkan penganugerahan Pena Mas dari Parsatuan Wartawan Indonesia (PWI) , Kamis (4/2/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA)

* Sejarah Hari Pers Nasional 9 Februari

Tahun ini, Hari Pers Nasional jatuh pada Selasa (9/2/2021) besok.

Hari Pers Nasional 9 Februari 2021 mengangkat tema Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan.

Hari Pers Nasional ditetapkan pada Masa Orde Baru oleh Soeharto melalui Keputusan Presiden Nomot 5 Tahun 1985.

Dalam keputusan yang ditandatangai Soeharto tanggal 23 Januari 1985, disebutan bahwa tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari pers Nasional yang bukan merupakan hari libur.

Untuk diketahui, ada sejarah panjang terjadi sebelum ditetapkannya Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari setiap tahunnya.

Berikut sejarah Hari Pers Nasional yang Tribunnews.com kutip dari tulisan Tribuana Said di laman Persatuan Wartawan Indonesia, pwi.or.id:

Wartawan Indonesia tercatat sebagai patriot bangsa bersama para perintis pergerakan di berbagai pelosok tanah air yang berjuang untuk menghapus penjajahan.

Di masa pergerakan wartawan bahkan menyandang dua peran sekaligus, sebagai aktivis pers yang melaksanakan tugas-tugas pemberitaan dan penerangan guna membangkitkan kesadaran nasional dan sebagai aktivis politik yang melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan membangun perlawanan rakyat terhadap penjajahan.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, wartawan Indonesia masih melakukan peran ganda sebagai aktivis pers dan aktivis politik.

Pada tanggal 9 Februari 1946, perjuangan wartawan dan pers Indonesia memperoleh wadah dan wahana yang berlingkup nasional dengan terbentuknya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pada tanggal 8 Juni 1946 tokoh-tokoh surat kabar, tokoh-tokoh pers nasional berkumpul di Yogyakarta untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS).

Sebenarnya SPS telah lahir jauh sebelum tanggal 6 Juni 1946, yaitu tepatnya empat bulan sebelumnya bersamaan dengan lahirnya PWI di Surakarta pada tanggal 9 Februari 1946.

Di balai pertemuan "Sono Suko" di Surakarta pada tanggal 9-10 Februari, wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul dan bertemu.

Pertemuan besar yang pertama itu memutuskan:

a. Disetujui membentuk organisasi wartawan Indonesia dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), diketuai Mr. Sumanang Surjowinoto dengan sekretaris Sudarjo Tjokrosisworo.

b. Disetujui membentuk sebuah komisi beranggotakan:

1. Sjamsuddin Sutan Makmur (harian Rakjat, Jakarta),

2. B.M. Diah (Merdeka, Jakarta),

3. Abdul Rachmat Nasution (kantor berita Antara, Jakarta),

4. Ronggodanukusumo (Suara Rakjat, Modjokerto),

5. Mohammad Kurdie (Suara Merdeka, Tasikmalaya),

6. Bambang Suprapto (Penghela Rakjat, Magelang),

7. Sudjono (Berdjuang, Malang),

8. Suprijo Djojosupadmo (Kedaulatan Rakjat,Yogyakarta).

Kedelapan orang tersebut dibantu oleh Mr. Sumanang dan Sudarjo Tjokrosisworo.

Tugas mereka adalah merumuskan hal-ihwal persuratkabaran nasional waktu itu dan usaha mengkoordinasinya ke dalam satu barisan pers nasional di mana ratusan jumlah penerbitan harian dan majalah semuanya terbit dengan hanya satu tujuan.

Tujuannya yaitu "Menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda, mengobarkan nyala revolusi, dengan mengobori semangat perlawanan seluruh rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional, untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat."

Komisi 10 orang tersebut dinamakan juga "Panitia Usaha" yang dibentuk oleh Kongres PWI di Surakarta tanggal 9-10 Februari 1946.

26 tahun kemudian menyusul lahir Serikat Grafika Pers (SGP), antara lain karena pengalaman pers nasional menghadapi kesulitan di bidang percetakan pada pertengahan tahun 1960-an.

Kesulitan tersebut meningkat sekitar tahun 1965 sampai 1968 berhubung makin merosotnya peralatan cetak di dalam negeri, sementara di luar Indonesia sudah digunakan teknologi grafika mutakhir, yaitu sistem cetak offset menggantikan sistem cetak letter-press atau proses ‘timah panas’.

Pada Januari 1968 sebuah nota permohonan, yang mendapat dukungan SPS dan PWI, dilayangkan kepada Presiden Soeharto waktu itu, agar pemerintah turut membantu memperbaiki keadaan pers nasional, terutama dalam mengatasi pengadaan peralatan cetak dan bahan baku pers.

Undang-undang penanaman modal dalam negeri yang menyediakan fasilitas keringanan pajak dan bea masuk serta dimasukkannya grafika pers dalam skala prioritas telah memacu berdirinya usaha-usaha percetakan baru.

Berlangsung Seminar Grafika Pers Nasional ke-1 pada bulan Maret 1974 di Jakarta.

Keinginan untuk membentuk wadah grafika pers SGP terwujud pada 13 April 1974.

Pengurus pertamanya terdiri ketua H.G. Rorimpandey, bendahara M.S.L. Tobing, dan anggota-anggota Soekarno Hadi Wibowo dan P.K. Ojong.

Kelahiran SGP dikukuhkan dalam kongres pertamanya di Jakarta, 4-6 Juli 1974.

Berdasarkan UU pers tahun 1982, organisasi periklanan dinyatakan sebagai komponen keluarga pers nasional.

Ditetapkan juga bahwa bidang usaha (aspek komersial) periklanan berada di bawah pembinaan Departemen Perdagangan & Koperasi sedangkan bidang operasionalnya (aspek idiilnya) ditempatkan dalam pembinaan Departemen Penerangan.

Mengingat sejarah pers nasional sebagai pers perjuangan dan pers pembangunan, Presiden Soeharto tanggal 23 Januari 1985 menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

Ucapan Hari Pers Nasional 2021

Banyak cara memperingati Hari Pers Nasional, satu di antaranya dengan membagikan kata-kata atau ucapan.

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, inilah kumpulan 35 ucapan Selamat Hari Pers Nasional yang diperingati pada Selasa (9/2/2021).

1. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.

Semoga keadilan selalu berpihak kepada yang benar dan para jurnalis bisa memberitakan apa yang benar-benar terjadi kepada bangsa ini!

2. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021

Semoga tetap menjadi pers yang bermutu demi memajukan bangsa.

3. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.

Semoga insan pers senantiasa bisa menjadi yg terdepan, terpercaya, dan nomor satu dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Mari bangkitkan semangat positif di tengah-tengah kita, mulai dari kita, keluarga, bangsa, dan dunia.

4. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.

Tegakkan keadilan untuk para pers di Indonesia.

Semoga pers bisa semakin maju dengan pemberitaan-pemberitaan yang bisa diakui kebenarannya.

5. Semoga media semakin profesional, berkualitas, dan mencerdaskan masyarakat.

Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.

6. Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2021.

Pers sehat, negara kuat.

7. Pers di Indonesia berperan dalam penyebaran informasi membangkitkan kesadaran pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap permasalahan di indonesia

Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021

Bangkit dari Pandemi, bersama pers sebagai akselerator perubahan.

8. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.

Pers adalah garda penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

9. Selamat Hari Kebebasan Pers 9 Februari 2021.

Semoga pers Indonesia terus dapat menyajikan berita-berita yang terpercaya sehingga dapat mencerdaskan, memajukan, dan mempersatukan bangsa.

Tetap jaga kredibilitas informasi dan independensi.

Tegakkan kebebasan pers dan informasi dengan semangat demokrasi.

10. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021.

Terima kasih atas kolaborasi menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul. (Tribunnews.com/Fajar/Sri Juliati)

Kunci Jawaban Soal SD Kelas 3 Tema 6 Halaman 136-142, Subtema 3 Pembelajaran 5: Energi Alternatif

Peristiwa Nagita Slavina Ancam Merry Gegara Karpet, Asisten Raffi Ahmad Butuh Uang

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejarah Hari Pers Nasional 9 Februari, Berikut Tema Perayaan HPN Tahun 2021,

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved