KalselPedia

KalselPedia - Penghuni Rumah Singgah Banjarbaru, Mengamuk Hingga Menangis Terus

Petugas Rumah Berkarakter di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel, sering menghadapi ODGJ yang mengamuk terus dan PSK yang selalu menangis menyesali hidup

Tayang:
Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Rumah Singgah Berkarakter di Jalan Ketumbar, Kelurahan Komet, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (8/2/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menerima Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ada banyak kejadian yang pernah dialami para petugas.

Sejak dibuka di 2018, ada lebih dari 400 PMKS yang dirawat oleh peramu sosial di Rumah Singgah Berkarakter di bawah kewengan Dinas Sosial Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pada 2018 saja ada 198 orang yang ditempatkan di Rumah Singgah di Jalan Ketumbar, Kelurahan Komet, Kota Banjarbaru, tersebut. Pada 2019 ada 141 orang.

Sedangkan pada 2020 hanya 61 orang. Karena selama setengah tahun lebih tak menerima karena pandemi Covid-19. Kini di 2021, kembali dibuka untuk menerima PMKS.

KalselPedia - Orang Ini Sering Repotkan Petugas di Rumah Singgah Berkarakter Banjarbaru

KalselPedia - Ini yang Paling Sering Menginap di Rumah Singgah Kota Banjarbaru

Menurut satu peramu sosial Rumah Singgah Berkarakter, Devi, Senin (8/2/2021), ada banyak tingkah para penghuni.

Dulu saat Rumah Singgah menerima ODGJ yang belum diobati secara medis, sering mengamuk di dalam kamar.

Karenanya, setiap kamar, setelah dibangun diberi pagar agar saat mengamuk tak bisa keluar. 

"Dulu pernah, OGDJ didapat di pasar, dibawa ke sini. Mengamuk terus di dalam kamar," ujarnya.

KalselPedia - Rumah Singgah Kota Banjarbaru Didesain Serasa Tinggal di Hotel

Sementara itu, PSK dibawah umur yang juga diciduk kepolisian, juga sempat dibawa ke Rumah Singgah.

"Nangis terus karena tidak pernah berurusan dengan hukum, jadi dia merasa takut dan menyesal," ujar Devi.

Saat tinggal di Rumah Singgah, PMKS yang masuk biasanya diberi pembinaan oleh petugas. Diajak berbincang untuk menghibur dan menyemangati dan mengajak ke jalan yang benar. 

Sedangkan bagi psikotik yang merupakan bekas pecandu narkoba, biasanya diajak berkegiatan olahraga. Misalnya, lari pagi.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved