Berita Viral

Puluhan Warga Gotong Keranda Berisi Mayat Lansia Terobos Banjir di Underpass, Videonya Viral

Video viral di media sosial dan WhatsApp itu memperlihatkan puluhan warga nekat menerobos banjir demi menggotong keranda berisi jenazah lansia.

Editor: Didik Triomarsidi
Tangkapan layar video
Viral, video yang memperlihatkan puluhan warga menerobos banjir sambil membawa keranda mayat. Dari penelusuran, peristiwa itu terjadi di Dusun Kedunggabus, Desa Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kamis (11/2/2021). 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JOMBANG - Sebuah video memperlihatkan puluhan orang menggotong keranda berisi jenazah di tengah genangan banjir yang tidak kunjung surut, Kamis (11/2/2021).

Video itu diketahui terjadi di bawah underpass Tol Solo-Kertosono tepatnya di Dusun Kedunggabus, Desa atau Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Video viral di media sosial dan WhatsApp itu memperlihatkan puluhan warga nekat menerobos banjir demi menggotong keranda berisi jenazah lansia.

Berdasarkan tayangan video, tampak lebih dari 20 orang mengangkat sebuah keranda secara bergantian melintasi terowongan yang tergenang air setinggi kurang lebih 1 meter.

Gak Pakai Ujaran Kebencian! Suami Istri Sindir Pemerintah di Jalan Rusak, Foto bak Model Jadi Viral

Masjid Apung di Pacitan Hanyut ke Lautan Jadi Viral, Alat Shalat Hingga Pengeras Suara Pun Hilang

Video Syur 14 Detik Diduga Mirip Artis GL Saingi Gisel & Nobu Viral, Beredar di Twitter dan Telegram

Hasil penelusuran Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi di wilayah yang dilanda banjir, di wilayah Dukuh Kalipuro, Dusun Kedunggabus, Desa Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Perangkat Desa Bandar Kedungmulyo, Muhaimin mengatakan, peristiwa yang terekam dalam video terjadi pada Kamis pagi,

Kejadian itu merupakan proses pengantaran jenazah seorang perempuan lansia yang meninggal dari rumah duka menuju pemakaman umum desa pada Kamis pagi.

"Pemakaman lewat terowongan underpass itu memang benar. Itu warga (Dukuh) Kalipuro (Dusun Kedunggabus). Makamnya ada di Dusun Kedunggabus," kata Muhaimin, saat ditemui Kompas.com di lokasi pengungsian korban banjir, Kamis (11/2/2021).

Jalan terowongan yang diterobos puluhan warga saat mengangkat keranda merupakan salah satu titik lokasi banjir yang hingga saat ini belum surut.

Underpass Tol Jombang-Kertosono tersebut menjadi satu-satunya akses dari perkampungan warga di seberang jalan tol menuju pemakaman umum Desa Bandar Kedungmulyo.

Menurut Muhaimin, warga terpaksa menerobos banjir untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman karena tidak ada pilihan lain.

"Kalau lewat terowongan, jarak dari rumah ke pemakaman umum sekitar 700 meter. Tapi Kalau memutar (lewat jalur lain), jaraknya sekitar 7 kilometer," kata Muhaimin.

Dia mengungkapkan, selama banjir melanda sejak Jumat pekan lalu, ada tiga warga yang meninggal dunia dan proses pemakaman harus dilakukan dengan menerobos banjir.

Adapun lokasi pemakaman umum Desa Bandar Kedungmulyo berada di wilayah yang lebih tinggi sehingga tidak terdampak oleh banjir.

Muhaimin menambahkan, hingga Kamis ini masih ada 400 lebih warga Desa Bandar Kedungmulyo yang masih tinggal di pengungsian.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved