Olimpiade 2021

Olimpiade 2021, PABSI Berambisi Kirim Lima Lifter ke Tokyo

Pengurus Besar Perhimpunan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) berambisi mengirim total lima lifternya di Olimpiade Tokyo pada 2021.

Editor: M.Risman Noor
kompas.com
Berfoto dari kiri ke kanan (arah pembaca) Head of External Communications Citi Indonesia Ananta Wisesa, Head of Citi Cards & Loan Citi Indonesia Herman Soesetyo, atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Eko Yuli Irawan, dan Head of Client Relationship Management Leader PT Visa Worldwide Indonesia Jacqueline Hartono saat meluncurkan kampanye Menangkan 28 Paket ke Olimpiade Tokyo 2020 Persembahan Visa di Jakarta, Jumat (21/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Cabang olahraga angkat besi menjadi salah satu yang berpotensi memperoleh medali di Olimpiade Tokyo 2021.

"Kami memang sudah mengamankan dua tempat di Olimpiade Tokyo," kata pelatih angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja.

Windy Cantika Aisah mengangkat beban dalam pertandingan Angkat Besi 49 Kg Wanita kategori Snatch SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19). Windy Cantika Aisah berhasil mengangkat total beban tertinggi 190Kg sehingga meraih medali emas.
Windy Cantika Aisah mengangkat beban dalam pertandingan Angkat Besi 49 Kg Wanita kategori Snatch SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19). Windy Cantika Aisah berhasil mengangkat total beban tertinggi 190Kg sehingga meraih medali emas. ((ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA))

Sementara, tempat berikutnya diisi lifter putri Windy Cantika Aisyah di nomor 49 kilogram.

Pengurus Besar Perhimpunan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) berambisi mengirim total lima lifternya di Olimpiade Tokyo pada 2021.

Maka dari itulah, timnas angkat besi Indonesia akan menjaja Kejuaraan Senior Asia di Taskent, Uzbekistan pada 15-25 April 2021. Ajang ini merupakan kualifikasi bagi Olimpiade Tokyo.

Siapkan Dua Stadion

Gempa bermagnitudo 7,3 di Jepang membuat kerusakan berbagai bangunan.

Lalu bagaimana dengan persiapan Olimpiade. Dalam informasi terkininya, Komite Olimpiade Tokyo (JOC) menetapkan dua stadion untuk cabang olahraga sepak bola dalam keadaan aman.

"Kami siapkan Stadion Miyagi dan Stadion Kashima," kata pernyataan JOC. Stadion Miyagi dengan kapasitas 50.000 penonton ini bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola dan atletik.

Stadion Miyagi pernah menggelar tiga pertandingan pada Piala Dunia 2002.

Baca juga: Penegasan Jepang Tentang Pelaksanaan Olimpiade 2021, Pelaksanaan dalam Kondisi Darurat

Baca juga: Update Aturan BWF Kualifikasi Olimpiade 2021, Marcus/Kevin Pimpin Ranking

Kemudian, pada Piala Dunia Wanita U-20 2012, Stadion Miyagi menggelar enam laga. Sementara itu, Stadion Kashima di Prefektur Ibaraki punya kapasitas sekitar 40.000 penonton.

Stadion Kashima menjadi kandang dari Klub J-League, Kashima Antlers.

Akses jalan tol terputus akibat longsor buntut dari gempa bumi di kota Soma, prefektur Fukushima, Jepang timur, pada Minggu (14/2/2021). Gempa Jepang ini berkekuatan 7,3 magnitudo.
Akses jalan tol terputus akibat longsor buntut dari gempa bumi di kota Soma, prefektur Fukushima, Jepang timur, pada Minggu (14/2/2021). Gempa Jepang ini berkekuatan 7,3 magnitudo. (KYODO NEWS/HIRONORI ASAKAWA via AP PHOTO)

"Kedua fasiltas itu tidak mengalami kerusakan," kata pernyataan JOC berkenaan dengan gempa bermagnitudo 7,3 yang melanda Prefektur Fukushima pada Minggu malam (14/2/2021).

Prefektur Fukushima, Miyagi, dan Ibaraki relatif berdekatan jaraknya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved