Breaking News:

Berita Kalteng

Data BPS Kalteng, Penduduk Miskin Naik pada September 2020

Data BPS Kalteng, penduduk Miskin 141,78 ribu orang atau bertambah sebanyak 8,8 ribu orang dibandingkan Maret 2020 yang mencapai 132,94 ribu orang.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, Eko Marsoro, saat membeberkan peningkatan angka kemiskinan di Kalteng selama pandemi Covid-19. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah melakukan pemetaan data kemiskinan penduduk. 

Saat September 2020 tersebut, Penduduk Miskin terdata 141,78 ribu orang atau bertambah sebanyak 8,8 ribu orang dibandingkan Maret 2020 yang mencapai 132,94 ribu orang. 

Kemudian, BPS Kalteng juga mengungkapkan, di September 2020 tersebut penduduk miskin bertambah di wilayah perkotaan 3,1 ribu orang dan di perdesaan 5,8 ribu orang.

"Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah pada September 2020 tercatat mencapai 141,78 ribu orang
atau bertambah sebanyak 8,8 ribu orang, dibandingkan Maret 2020 yang mencapai 132,94 ribu orang," sebut Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Hasil Tambang dan Minyak Kelapa Sawit Masih Jadi Primadona Ekspor Kalteng

Baca juga: Naik, Frekwensi Keberangkatan Lewat Kapal Laut ke Jawa dari Pelabuhan Sampit

Pada wilayah perkotaan, persentase penduduk miskin di Maret 2020 sebesar 4,62 persen naik menjadi 4,92 persen pada September 2020.

"Pada periode yang sama, persentase penduduk miskin di perdesaan meningkat dari 4,96 persen menjadi 5,50 persen," ujarnya lagi.

DIlihat dari komponen pembentuk Garis Kemiskinan (GK), GK makanan memiliki andil sebesar 78,74 persen.

Tiga jenis komoditi makanan yang berpengaruh paling besar adalah beras, rokok kretek filter dan daging ayam ras.

Baca juga: VIDEO Peningkatan Penerbangan Paling Tinggi Terjadi di Bandara Iskandar Kalteng

Baca juga: Tamu Hotel Turun Drastis Saat Pendemi Covid-19, Ini Penjelasan BPS Kalteng

Sedangkan tiga komoditi non makanan yang berpengaruh paling besar adalah perumahan, listrik, dan bensin.

"Perkembangan Tingkat Kemiskinan September 2019 – September 2020 Penduduk miskin September 2020 bertambah jika dibandingkan dengan September 2019," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved