Kalselpedia
KalselPedia - Rumah Zakat Kalsel, Ini Sejarah Berdirinya
Rumah Zakat Kalsel membuka cabang pertama kali di Kalimantan Selatan, tepatnya di bulan Februari 2008.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rumah Zakat Kalsel membuka cabang pertama kali di Kalimantan Selatan, tepatnya di bulan Februari 2008.
Saat itu pendirian kantor cabang untuk mensupport Program Mobil Klinik dan Kampung Sehat yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan Operator Telekomunikasi Indonesia.
"Baru di bulan Juli 2008, Rumah Zakat Kalsel mulai membuka secara resmi aktivitas fundraising (penggalangan dana) Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS)," kata Muhammad Luthfi Alfin, Branch Manager Rumah Zakat Kalsel.
"Aktivitas fundraising ZIS dengan mengedukasi masyarakat tentang keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Provinsi Kalsel," tambah Muhammad Luthfi Alfin, Branch Manager Rumah Zakat Kalsel.
Baca juga: KalselPedia - Begini Tampilan Baru Bagian Depan Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel
Baca juga: Pelantikan Bupati Tanahbumbu dan Wakil Bupati Tanahbumbu Terpilih Batal Digelar Besok
Baca juga: Pilkada Kalteng, Hari Ini Mahkamah Konstitusi Sidang Sengketa Pilgub Kalteng dan Pilbup Kotim
Rumah Zakat sendiri, lanjut dia, adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang pertama kali membuka kantor perwakilan resmi di Kalsel.
Tahun- tahun berikutnya baru mulai bermunculan juga kantor kantor cabang provinsi dari Lembaga Zakat Nasional yang lain.
Rumah Zakat sendiri, kata Alfin, merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah,wakaf serta dana sosial lainnya melalui program terintegrasi di wilayah desa, berdasarkan pemetaan potensi lokal di bidang Ekonomi, Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan dan Kesiapsiagaan Bencana bernama Desa Berdaya.
Ditambahkannya, Rumah Zakat juga berpartisipasi aktif dalam program kemanusiaan dan penanggulangan dampak bencana.
Alhamdulillah, jelas Alfin, sejak pertama kali membuka layanan penerimaan ZIS dan dana-dana sosial lainnya sampai dengan sekarang, respons dan animo masyarakat Kalsel semakin tumbuh dan berkembang.
Perkembangannya maju signifikan di setiap tahunnya baik dari jumlah dana juga jumlah donatur serta transaksi yang ada,dan ini berlaku di semua segmen donatur perseorangan, komunitas dan corporate.
Menurut Alfin, di tahun 2020 walau dalam keadaan ketika masyarakat di hampir semua bidang kehidupan terdampak pandemi termasuk di Industri filantropi.
Rumah Zakat Kalsel mencatat tingkat Growth 85 persen di bandingkan dengan tahun sebelumnya, bahkan Target Penghimpunan Dana terlampaui di angka 154 persen dari target.
Selain tingkat kedermawan yang cukup tinggi di Kalsel, semua ini juga di pengaruhi oleh Kemudahan layanan donasi dari Rumah Zakat, di masa pandemi tingkat cara berdonasi non Cash dari para donatur tumbuh sangat signifikan.
"Donatur lebih suka berdonasi dengan menggunakan Donasi online, Transfer, e-wallet dan ragam kemudahan donasi lainnya yang d miliki oleh Rumah Zakat. Media-media edukasi yang di gunakan oleh-oleh Rumah Zakat juga berjalan efektif baik yang offline dan yg bersifat online," pungkasnya.
(banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rumah-zakat-kalsel-001.jpg)