Breaking News:

Berita Banjarmasin

Cegah Radikalisme Menyusup, Polda Kalsel Gandeng NU dan Muhammadiyah

Mencegah menyusupnya paham radikal di tengah masyarakat tanpa disadari, Polda Kalsel menggandeng dua ormas keagamaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

humas polda kalsel
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto dan Pimpinan NU serta Muhammadiyah di Kalsel menandatangani MoU pencegahan radikalisme di Kalsel 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak lagi selalu terang-terangan, paham-paham radikal saat ini bisa menyusup masuk ke tengah masyarakat melalui berbagai cara, termasuk melalui ormas, kelompok keagamaan, bahkan lembaga pendidikan sekalipun.

Tak jarang, menyusupnya paham-paham radikal tersebut terjadi tanpa disadari oleh kelompok, ormas atau lembaga pendidikan yang disusupi.

Untuk mencegah hal ini terjadi di tengah masyarakat, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggandeng dua ormas keagamaan di Kalsel yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Tak hanya sekedar perbincangan, kesepahaman ini dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) yang ditandangani langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto bersama Pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kalsel, Rabu (4/3/2021).

Baca juga: Panitia Telah Menerima Nama Peserta Seleksi Calon Pimpinan Baznas Banjarmasin

Baca juga: 100 Personel Polresta Banjarmasin Ikuti Vaksinasi Covid-19, ini Sasaran Utamanya

Dari Nahdlatul Ulama ditandatangani oleh Ketua PWNU Kalsel diwakili Wakil Ketua PWNU Kalsel, Dr. Abrani Sulaiman.

Lalu dari Muhammadiyah ditandatangani oleh Ketua PW Muhammadiyah Kalsel, Drs. Tajudin Noor.

Dimana MoU ini berisi kesepahaman tentang Pencegahan Paham Radikalisme Dan Terorisme Serta Mendukung Program Pemerintah di Wilayah Hukum Kalsel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, penandatanganan MoU antara Polda Kalsel dengan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Kalsel dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalsel ini merupakan tindaklanjut atas kerjasama antara Polri dan Ulama di tingkat pusat.

Baca juga: Tiba di Tabalong,  230 Vial Vaksin Covid-19 Sinovac Disterilasasi Lalu Disimpan di Gudang Farmasi

“MoU ini diselenggarakan sebagai upaya agar Kalimantan Selatan tetap aman kondusif, jauh dari hal-hal negatif, tidak ada potensi radikalisme, tidak ada potensi intoleransi dan tidak ada potensi terorisme,” terang Kapolda Kalsel.

Berdasar MoU tersebut, masing-masing pihak kata Kapolda akan lebih sinergis berkomunikasi dan berbagi informasi.

Diharapkan pula tercapai sinergitas untuk bersama-sama mengimbau masyarakat agar menjalani kehidupan sehari-hari, menuntut ilmu dan bersosialisasi dengan mengedepankan toleransi dan kebersamaan demi terjaganya kamtibmas.

Baca juga: 40 Ton Gabah di Gudang SRG Mandastana Batola Terendam, Biaya Pengeringan Capai Rp 15 Juta

Selain itu, jika ada potensi gangguan Kamtibmas apalagi yang berbau terorisme, Kapolda berharap agar Polri, Ulama serta Tokoh Agama dan masyarakat dapat saling bertukar informasi agar langkah antisipati dapat dilakukan mencegah terjadi gangguan nyata.

Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Kepala Pengadilan Tinggi Kalsel H. Mohammad Idroes, Kajati Kalsel Rudi Prabowo Aji, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor, KA BNNP Kalsel, Kabinda Kalsel, Ketua FKUB Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Tokoh Agama dan Alim Ulama.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved