Varian Baru Corona B117

WASPADA, Varian Baru B.1.1.7 Masuk Kalsel, Menkes: Juga di 3 Provinsi Sumsel, Kaltim hingga Sumut

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan, ada penambahan empat kasus yang tersebar di empat provinsi seperti di Kalsel.

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studio
Ilustrasi - VARIAN Baru B.1.1.7 Ditemukan di Empat Provinsi, Kalsel, Sumsel, Kaltim hingga Sumut 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan virus corona B.1.1.7 sudah masuk ke Kalimantan Selatan.

"Varian baru virus Covid-19 yang disebut B.1.1.7 itu masuk Kelimantan Selatan pada 6 Januari 2021 lalu," kata Budi Gunadi Sadikin seperti di kutip di kompas.com, Selasa (9/3/2021).

Selaian di Kalsel, jelas Menkes, varian baru itu juga masuk Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur

Dijelaskan Menkes, Kasus mutasi virus corona B.1.1.7 di Indonesia bertambah setelah ditemukan dua kasus yang dibawa WNI saat kembali dari Arab Saudi.

"Di Palembang, Sumatera Selatan, pada 11 Januari 2021, Kalimantan Selatan 6 Januari, Balikpapan Kalimantan Timur dari 12 Februari dan ada yang keempat itu di Medan Sumatera Utara pada 28 Januari," kata Budi dalam Konferensi pers Perpanjangan PPKM Mikro secara virtual, Senin (8/3/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, empat pasien yang terpapar mutasi virus corona B.1.1.7 sempat mengalami gejala ringan dan sedang.

Baca juga: Antisipasi Varian Baru Virus Corona, Begini Penjelasan Pihak Bandara Internasional Syamsudin Noor

Baca juga: Mutasi Virus Corona B117 di Indonesia, Kemenkes: Lebih Cepat Menular, Tetapi Tidak Mematikan

Baca juga: WASPADA, Mutasi Virus Corona Inggris Kini Masuk Indonesia, Wamenkes: Baru Tadi Malam Ditemukan

Ia mengatakan, meski sempat dirujuk ke rumah sakit, namun kondisi empat pasien Covid-19 tersebut tidak memburuk. Menurut Nadia, empat pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Berdasarkan data di Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Senin (8/3/2021), dari 539 urutan genom SARS-CoV-2 yang didaftarkan di GISAID, bank data genom virus global, sebanyak 515 merupakan urutan genom keseluruhan (whole genome sequencing/WGS). Dari sampel ini telah ditemukan enam WGS varian VUI202012/01 GR/501.Y.V1 B.1.1.7.

Semua sampel ini didaftarkan Balai Litbang Kementerian Kesehatan (Balitbangkes) dari sampel yang dikumpulkan bulan Januari-Februari 2021. Sebanyak tiga sampel dari Jakarta, satu dari Kalimantan Selatan, satu dari Sumatera Utara, dan satu dari Sumatera Selatan.

”Sampai saat ini Litbangkes sudah melaporkan enam kasus B.1.1.7, bertambah empat orang,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio.

Sebelumnya, temuan dua sampel varian baru B.1.1.7 dari Inggris itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono dalam diskusi ”1 Tahun Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) di Jakarta, Selasa (2/3/2021). Sampel ini didapatkan dari tenaga kerja Indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi pada akhir Januari 2021.

Sampai saat ini Litbangkes sudah melaporkan enam kasus B.1.1.7, bertambah empat orang.

Amin mengaku belum mengetahui apakah sampel ini didapatkan dari pelaku perjalanan dari luar negeri yang dikarantina atau sudah di komunitas. ”Info rincinya di Litbangkes,” katanya.

Meski demikian, Kepala Litbangkes Kementerian Kesehatan Slamet Basir yang dihubungi tidak memberikan respons.

Menurut Amin, sejauh ini Lembaga Eijkman belum menemukan varian baru ini. ”Tugas utama Eijkman (untuk memeriksa sampel) dari Jakarta Barat saja, tetapi dalam praktiknya juga menerima dari fasilitas kesehatan daerah lain,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved