Berita Banten

Lakukan Ritual Aneh Mandi Telanjang Bersama, Kelompok Aliran Sesat Hakekok Dicokok Polisi

Pengikut aliran Hakekok ini, pria dan wanita, nekat mandi telanjang bersama-sama di sebuah kolam. Karena bikin resah, kelompok aliran ini pun dicokok

banjarmasinpost.co.id/tribunnews.com
Ilustrasi.Lakukan Ritual Aneh Mandi Telanjang Bersama, Kelompok Aliran Sesat Hakekok Dicokok Polisi 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANDEGLANG - Kelompok diduga aliran sesat Hakekok di Pandeglang Banten jadi sorotan setelah video ritual aneh yang mereka lakukan beredar di masyarakat.

Para pengikut aliran Hakekok ini, pria dan wanita, nekat mandi telanjang bersama-sama di sebuah kolam. Karena bikin resah, kelompok aliran ini pun dicokok polisi.

Saat ini Polres Pandeglang sudah mengamankan 16 orang yang diduga menjadi pengikut aliran Hakekok. Mereka ditangkap dari sebuah perkampungan di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang pada Kamis (11/3/2021).

Pimpinan kelompok Hakekok berinisial A (52) dan 15 pengikutnya dijemput polisi di rumah masing-masing.

Baca juga: UPDATE Pengumuman Kartu Prakerja, Pastikan Klik Gabung Gelombang 14 di www.prakerja.go.id

Baca juga: Netflix Tertibkan Pengguna yang Keroyokan Gunakan Satu Akun, Diblokir dan Diminta Berlangganan

Penangkapan itu setelah adanya laporan keresahan warga tentang adanya ritual mandi bareng antara laki-laki dan perempuan hingga anak-anak tanpa busana dari kelompok tersebut.

Ritual mandi bareng tersebut dilakukan kelompok aliran Hakekok di sebuah tempat penampungan air area kebun sawit milik PT Gal.

Menurut polisi, A melaksanakan ritual mandi bareng bagian dari ajaran Balatasuta dengan mengadopsi dari ajaran Hakekok yang dibawa almarhum E alias S.

Video ritual mandi bareng kelompok aliran Hakekok itu pun beredar di masyarakat.

Imah (40) seorang warga setempat mengaku sangat terkejut dengan penangkapan pimpinan Hakekok, A dan belasan pengikutnya pada Kamis kemarin.

Menurutnya, kejadian tersebut dilakukan pada siang hari menjelang sore.

"Kaget, karena saya juga tidak tahu ada apa sebenarnya. Posisinya disitu lagi ngejemur pakaian, tiba-tiba polisi datang dan menangkap," ujarnya saat ditemui di rumahnya di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Jumat (12/3/2021).

Polisi mengamankan A (52), pimpinan kelompok aliran Hakekok di Mapolres Pandeglang, Jumat (12/3/2021). A dan belasan pengikutnya diduga menjalankan aliran sesat, di antaranya ritual mandi bareng di tempat terbuka di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polisi mengamankan keris, kemenanya hingga alat kontrasepsi di rumah A.
Polisi mengamankan A (52), pimpinan kelompok aliran Hakekok di Mapolres Pandeglang, Jumat (12/3/2021). A dan belasan pengikutnya diduga menjalankan aliran sesat, di antaranya ritual mandi bareng di tempat terbuka di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polisi mengamankan keris, kemenanya hingga alat kontrasepsi di rumah A. (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Menurutnya, A terbilang sosok yang tertutup.

A terbilang sangat jarang keluar rumah dan tidak pernah mengikuti acara pengajian rutin yang dilakukan oleh warga sekitar.

A juga hampir tidak pernah bertegur sapa dengan warga.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved