Berita Banjarbaru
PTS SD di Banjarbaru, Orangtua Ambil Soal Ujian ke Sekolah
Penilaian Tengah Semester (PTS) di Banjarbaru tidak digelar tatap muka. Orang tua diminta mengambil soal PTS ke sekolah
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penilaian Tengah Semester (PTS) di Banjarbaru masih terkendala oleh adanya pandemi Covid-19.
Oleh karena itu pelaksanaan PTS di Kota Banjarbaru diputuskan tidak digelar secara tatap muka.
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, maka Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru mengambil kebijakan bahwa soal PTS diambil oleh orangtua siswa ke sekolah masing masing.
Kepala Disdik Banjarbaru, Aswan melalui Kabid bina SD, Edy Yuana Pribadi menjelaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum dilakukan, sehingga untuk Penilaian Tengah Semester (PTS) juga tidak dilakukan tatap muka.
Baca juga: Ujian Sekolah Kembali Berlangsung Daring, Ini Tanggapan Kepala MKKS Kalsel
Baca juga: Disdik Banjarmasin Rencanakan Ujian Sekolah Tatap Muka, Begini Mekanismenya
Oleh karena itu mengantisipasi penyebar virus Corona orangtua atau wali siswa diminta mengambil soal ke sekolah.
Sementara, soal dikerjakan oleh siswa di rumah masing-masing, kemudian dikumpulkan lagi ke sekolah.
"Soal diambil oleh ortu/wali sesuai jadwal yang dibuat sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dikerjakan di rumah, dan jawaban diantar ke sekolah oleh ortu/wali," kata dia.
Edy mengaku diharapkan bulan Juli sudah bisa dilakukan PTM sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo.
Untuk mempersiapkan hal tersebut, pekan lalu Direktorat SD telah mengunjungi Banjarbaru dan Banjarmasin untuk menghimpun data tentang kesiapan daerah-daerah untuk melaksanakan PTM di Sekolah.
"Setiap Kab/Kota ditunjuk 2 SD Negeri dan 2 SD Swasta, yang masing-masing SD berjumlah 9 peserta, sehingga berjumlah 36 responden sekolah," terang dia.
Data yang terkumpul dijadikan acuan yang valid bagi Kemdikbud tentang teknis PTM di Sekolah di tahun pelajaran mendatang.
"Mudahan bisa memenuhi kebutuhan kita di daerah kita," tambah Edy.
Salah satu orangtua siswa, Syamsul Rizal mengaku senang sekolah menerapkan kebijakan PTS di rumah.
Soal diambil orangtua atau wali kemudian dikerjakan di rumah, karena merasa kesulitan jika soal dikirim melalui gawai.
"Kadang ujian lewat online banyak kendala mulai dari jaringan internet, hingga rebutan handphone (gawai)” ungkapnya.