Ramadhan 1442 H
Solusi Bila Lupa Niat Puasa Ramadhan 1442 H, Begini Cara dan Syarat Harus Dipenuhi
Mulailah dengan niat. Lalu bagaimana lupa niat pada malam harinya untuk puasa Ramadhan 1442 nanti?
BANJARMASINPOST.CO.ID - Mulailah dengan niat. Lalu bagaimana lupa niat pada malam harinya untuk puasa Ramadhan 1442 nanti?
Ada beberapa pendapat membahas masalah lupa niat puasa Ramadhan 1442 H.
Perlu diketahui terlebih dahulu, waktu setelah terbenam matahari sampai sebelum fajar terbit adalah waktu untuk mengucapkan niat puasa Ramadhan, menyambut puasa keesokan harinya.
Lupa dan lali mengucapkam niat puasa Ramadhan pada malam hari, apakah puasa keseokan harinya sah?
Dikutip dari NU Online, hal tersebut tetap sah sejauh umat yang lupa melakukan niat puasa malam hari melakukan beberapa hal ini.
Baca juga: Nisfu Syakban Tak Lama Lagi, Ini Amalan 15 Hari Jelang Ramadhan 1442 H
Baca juga: Perbanyak Amalan Jelang Ramadhan 1442 H, Kemuliaan dari Sholat Dhuha Diungkapkan Ustadz Abdul Somad
Dijelaskan Imam Nawawi al-Bantani dalam Kâsyifatus Sajâ, untuk puasa wajib, termasuk puasa bulan Ramadhan, niat yang demikian itu harus dilakukan setiap malam karena puasa dalam tiap-tiap harinya adalah satu ibadah tersendiri.
Dengan demikian, bila seseorang lupa belum berniat pada malam hari maka puasa pada siang harinya dianggap tidak sah.
Hukum fiqih tetap mewajibkan orang tersebut berpuasa pada hari itu, meskipun sudah jelas puasanya tersebut tidak sah.
Tidak berhenti sampai di sini, orang tersebut juga harus mengganti (mengqadha) puasa hari tersebut di hari lain di luar bulan Ramadhan (Nawawi al-Bantani, Kâsyifatus Sajâ [Jakarta: Darul Kutub Islamiyah, 2008), hal. 192).
Ulama mazhab Syafi’i memberi solusi bagi siapa saja yang lupa belum berniat puasa Ramadhan pada malam harinya.
Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab menuturkan solusi tersebut sebagai berikut:
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَنْوِيَ فِي أَوَّلِ نَهَارِهِ الصَّوْمَ عَنْ رَمَضَانَ لِأَنَّ ذَلِكَ يُجْزِئُ عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ فَيَحْتَاطُ بِالنِّيَّةِ
Disunahkan (bagi yang lupa niat di malam hari) berniat puasa Ramadhan di pagi harinya. Karena yang demikian itu mencukupi menurut Imam Abu Hanifah, maka diambil langkah kehati-hatian dengan berniat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, [Jedah: Maktabah Al-Irsyad, tt.], juz VI, hal. 315)
Solusinya?
Dari keterangan di atas, orang yang lupa belum berniat puasa Ramadhan pada malam harinya ia masih memiliki kesempatan untuk melakukan niat tersebut pada pagi harinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/salat-saat-puasa-ramadhan.jpg)