Breaking News:

Berita Banjarmasin

Berkerumun Usai Ujian Sekolah, Para Siswa SMP di Banjarmasin Kumpul Tunggu Jemputan Pulang

Setelah Ujian Sekolah selesai, kerumunan siswa terlihat di kawasan Mulawarman Banjarmasin, para siswa ini menunggu jemputan pulang

banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
kerumunan siswa SMP di kawasan mulawarman Banjarmasin. Senin (29_03_2021) 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Durasi pengerjaan soal ujian yang hampir bersamaan untuk jenjang Pendidikan SMP di Banjarmasin, ternyata memunculkan dampak negatif terhadap penerapan protokol kesehatan.

Terlebih lagi ada beberapa sekolah yang lokasinya berada dalam satu kawasan, seperti di kawasan mulawarman.

Terlihat sejumlah remaja berseragam putih biru berkumpul tanpa memperhatikan jarak, sesuai anjuran protokol kesehatan.

NM (14) seorang siswi kelas IX di SMPN yang ada di kawasan mulawarman mengaku, ia dan teman-temannya berkumpul di luar sekolah karena menunggu jemputan untuk pulang.

Baca juga: Batal US dengan Metode Komputerisasi, SMPN 9 Banjarmasin Gunakan Kertas Pensil

Baca juga: Terkendala Jaringan, Siswi SMAN 2 Banjarbaru ini Sendirian Menjalani Ujian di Ruang Lab Komputer

"Ini masih menunggu jemputan pulang, tadi habis selesai ujian langsung ke luar sekolah," katanya, Senin (29/3/2021).

Meski berkerumun dan tidak menjaga jarak, seluruh peserta ujian tersebut masih terlihat menggunakan masker, walau sudah tidak berada di dalam sekolah.

"Kalau masker wajib harus dipakai, supaya tidak terpapar covid-19, nanti bahaya kalau sudah kena virus," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Sahnan menilai hal itu adalah hal yang wajar.

Baca juga: SMP di Batola Gelar Ujian Sekolah Secara Luring, Maksimal 10 Siswa Per Kelas

"Kerumunan di Mulawarman karena ada beberapa SMP yang di sana. Wajar-wajar saja selama kerumunannya tidak terlalu hebat," tegas Sahnan.

Kendati demikian Sahnan mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan masukan, kepada seluruh kepala sekolah agar guru-guru dapat memberikan intervensi kepada murid dalam hal menerapkan protokol kesehatan.

"Sudah diarahkan supaya protokol kesehatan diterapkan secara ketat, pengawasan dari sekolah harus ada baik dari awal masuk ke sekolah, hingga siswa sampai ke rumah," jelas Sahnan.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved