Breaking News:

Berita HSU

Jalan Haur Gading Kabupaten HSU Dipindah, Jauhi Sungai Tabalong

Pemindahan jalan utama Kecamatan Haur Gading di Kabupaten HSU, Provinsi Kalsel, mengurangi risiko rawan Longsor akibat gerusan air Sungai Tabalong.

BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Pinggiran Sungai Tabalong yang dekat dengan bangunan Masjid Assuada di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (3/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Sebagian jalan desa yang ada di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, dipindah.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko Rawan Longsor akibat gerusan air Sungai Tabalong. Sebab, jalan yang berada di pinggir sungai, sebagian ada yang mengalami longsor dan sulit untuk diperbaiki.

Perbaikan jalan yang ada di pinggir sungai memang memerlukan biaya yang lebih besar karena untuk menjaga agar jalan tidak terkena longsor kembali.

Sebagian warga juga telah mengubah posisi rumah yang awalnya bagian depan menghadap ke sungai, kini  menghadap ke jalan baru.

Baca juga: Jembatan Putus, Warga di Haur Gading Kabupaten HSU Terpaksa Tempuh Jalur Lebih Jauh

Baca juga: Jalan Amblas di Desa Jingah Bujur Haur Gading HSU, Sepeda Motor tak Bisa Melintas

Saat penghujan seperti sekarang ini, jalan yang baru dibangun menjadi penahan agar luapan air Sungai Tabalong tak langsung masuk ke area pertanian seperti yang ada di Desa Waringin Kecamatan Haur Gading.

Jalan desa yang berupa beton sekaligus menahan air agar lahan pertanian tak langsung terkena luapan air sungai. 

Menurut Gusti Mastur, warga Desa Waringin, saat ini jalan desa memang sudah dipindah sehingga akses lebih mudah.

Namun, banyaknya  bangunan yang ada di pinggir sungai, membuat warga juga berharap di beberapa titik longsor bisa diperbaiki.

Baca juga: Longsor Tangkawang di Haur Gading Rusak 7 Rumah, Begini Respons Bupati HSU

Baca juga: Pasca Longsor, Sekitar 50 Warga di Haur Gading Masih Terisolir, Begini Kondisinya

“Jika tidak bisa diperbaiki seluruhnya, kami harap bisa diperbaiki di tempat tertentu. seperti di sebelah bangunan Masjis Assu’ada  yang merupakan salah satu cagar budaya,” ujarnya.

Masjid bersejarah ini, posisi bagian depannya sudah diubah, mengikuti arah jalan. Khawatir jika tidak diperbaiki, maka akan merusak bagian utama masjid yang saat ini posisinya dekat dengan sungai.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved