Berita Tanahbumbu
VIDEO 560 Hektare Lahan Kapet Batulicin Tanbu Nganggur
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Iqbal Yudiannor mengungkapkan,lahan Kapet Batulicin seluas 560 hektare dalam kondisi menganggur
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Batulicin yang sudah dicanangkan sejak Batulicin masih sebagai Kecamatan di Kotabaru hingga kini masih nganggur.
Kapet yang bernama Sakupangbalaut yang sudah dicanangkan sejak jaman Presiden Soeharto tersebut kini bahkan dirambah pengusaha swasta.
Kapet Batulicin sebelumnya merupakan tindak lanjut ide B.J Habibie selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi atau Ketua BPPT pada masa Presiden Soeharto.
Kapet sejak awal dikelola oleh Pemprov Kalsel dan beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan badan usaha.
Terbaru DPRD Kalsel menemukan lahan Kapet Batulicin seluas 560 hektare dalam kondisi menganggur.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Iqbal Yudiannor mengatakan, kerjasama dengan Krakatau Steel yang sebelumnya akan beroperasi di sana juga sudah mangkrak.
"Pemanfaatan kawasan yang dikerjasamakan dengan Krakatau Steel, itupun mangkrak juga di sana," ujarnya Kamis (8/4/2021).
Karenanya, ujar Iqbal yang juga ketua Pansus II LKPj 2020 DPRD Kalsel in,i pihaknya akan mendatangi Krakatau Steel untuk menindaklanjuti kelanjutan kerjasama dengan Kapet Kalsel.
Kapet Batulicin bahkan kini ungkap Iqbal sudah ditempati masyarakat dengan adanya pembangunan perumahan hingga berdiri SPBU.
"Bagaimana bisa tanah aset Pemprov Kalsel tiba-tiba ada SPBU dan perumahan," ujarnya.
Iqbal menyayangkan Kapet yang berada di wilayah strategis justru tak termanfaatkan dengan baik oleh Pemprov Kalsel. Padahal jika dimanfaatkan lahan yang sangat luas tersebut menurutnya bisa mendatangkan pemasukan bagi daerah.
"Ini akan menjadi bahan dewan, dan akan kita kejar 560 hektar tanah yang tak sedikit, dan semoga jadi pemasukan keuangan daerah,"tegas Iqbal. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)