Berita Banjarmasin
Jelang Ramadhan, Penjualan Bingka di Tapin Kalsel Meningkat
Selain bahan pokok berupa daging, telur, kurma dan kue-kue kering yang paling banyak dicari masyarakat Kabupaten Tapin
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Selain bahan pokok berupa daging, telur, kurma dan kue-kue kering yang paling banyak dicari masyarakat Kabupaten Tapin menjelang lebaran, salah satu jenis kuliner yang tidak ketinggalan banyak diburu masyarakat yakni kue bingka, Sabtu, (10/04/2021).
Pantau Banjarmasinpost.co.id di salah satu sentra penjual kue bingka hingga kini bahan mentah pembuatannya sudah disiapkan.
Untuk diketahui, Bingka sendiri merupakan kue tradisional masyarakat Banjar dengan rasa manis terbuat dari bahan utama tepung, telur dan gula yang dipanggang.
Seorang penjual Bingka, Hj. Ivah Fauzan saat ditemui mengatakan penjualan kue bingka meningkat tajam saat Ramadan dan hal ini sudah berjalan dua tahun.
Baca juga: Masih Terdampak Pandemi, Orderan Kue Bolu dan Bingka di Banjarmasin Sepi
Baca juga: Ikut Bisnis Tanaman dan Jual Bingka, Tenaga Kontrak BPBD Kalsel ini Raup Untung Menggiurkan
Baca juga: Pusat Oleh-oleh di Banjarmasin Kembali Menggeliat, Ahmad Tak Kesulitan Cari Bingka
Hj. Ivah mengatakan meskipun sudah dua tahun tidak dibuka pasar Ramadhan di Kabupaten Tapin, tapi penjualan bingka terus meningkat baik offline maupun online.
"Karena tahun lalu dan tahun tidak ada pasar Ramadhan, penjualan tetap meningkat dan banyak diburuh pembeli," jelasnya.
Ia mengatakan mulai tahun kemarin penjualan sangat memuaskan. Bahkan meskipun adanya Covid-19 penjualan lebih meningkat.
"Normalnya sebelum Covid-19 biasanya penjualan kurang lebih 100 buah setelah adanya Covid-19 hingga sekarang penjualan hingga 200 buah per hari," jelasnya.
Ia mengatakan untuk harga seperti tahun kemarin per buah 35.000 dan tahun ini produksinya akan ditingkatkan.
"Penjualan kita online dan offline. Untuk offline saya sendiri yang jual, kalau online anak saya yang pasarkan lewat media sosialnya," ungkapnya.
Ia mengatakan sudah dua tahun penjualan semakin meningkat sebelum Ramadhan bahkan pasca Ramadhan.
"Pembelinya datang dari Kandangan, Tatakan hingga Banjarmasin. Jadi, ada atau tidaknya pasar Ramadhan tidak berpengaruh terhadap penjualan," jelasnya.
Ia juga mengatakan hingga saat ini karena Bahan Pokok pembuatan Bingka masih stabil jadi pihaknya sudah membuat stok hingga selesai Ramadhan. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bingka-buatan-ibu-hj-ivah-fauzan-di-rumahnya-111122.jpg)