Berita Banjarmasin

Stok Melimpah, Distribusi LPG di Kalsel Terkendala Rusaknya Jalan Gubernur Syarkawi

Menghadapi bulan suci ramadan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel dan juga Pertamina memastikan menambah pasokan

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
SATPOL PP DAN DAMKAR TALA
ilustrasi: Personel Satpol PP Tala mengangkut elpiji melon di sejumlah warung pengecer di Kecamatan Tambangulang dan Batibati, dua hari lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menghadapi bulan suci ramadan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel dan juga Pertamina memastikan menambah pasokan Liquefied Etroleum Gas (LPG).

Suplay LPG di Kalsel sendiri untuk saat ini mencapai 3.752 metrik ton dengan rata-rata per hari tersalurkan sekitar 400 metrik ton.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Hiswana Migas Kalsel dan Pertamina pun kali ini melakukan penambahan 7-10 persen dari jumlah per harinya.

Dan meskipun memiliki stok berlimpah, namun kelangkaan LPG ternyata membayangi warga Kalsel saat akan bulan suci ramadan kali ini.

Baca juga: Lebih Seratus Pangkalan Elpiji Melon Tak Berizin, Pemkab Tala Lakukan Pembinaan

Baca juga: Respons Keluh Kesah Pangkalan Elpiji Melon, Pemkab Tala Siapkan Solusi ini

Baca juga: Pemkab Tala Susun Raperbup Tata Niaga Elpiji Melon, Pangkalan Minta HET Ditinjau Ulang

Baca juga: Pasokan Elpiji Melon di Pelaihari Berlimpah, Kalangan Pangkalan Justru Mengeluh Kesulitan ini

Hal ini tidak lain karena adanya kendala melakukan distribusi LPG yang sedang dihadapi oleh Hiswana Migas Kalsel dan Pertamina.

Penyebab terhambatnya distribusi LPG ini sendiri dikarenakan Jalan Gubernur Syarkawi yang kembali sulit untuk dilalui hampir sepekan terakhir.

Selain kondisi jalan masih rusak akibat banjir pada bulan Januari lalu, dikabarkan banyak truk yang amblas bahkan kabarnya ada yang terbalik.

Hal ini pun kemudian membuat Jalan Gubernur Syarkawi yang menjadi jalur utama untuk melakukan pendistribusian LPG terjadi kemacetan.

Mobil skidtank LPG yang digunakan untuk membawa LPG dari Depot Mini LPG Pertamina di sekitar Jembatan Barito untuk menuju stasiun pengisian di berbagai titik di Kalsel menjadi terhambat.

"Stok LPG di Kalsel untuk ramadan hingga Idul Fitri sangat berlimpah, tapi kami kesulitan melakukan pendistribusiannya. Bahkan sudah enam hari ini kami tidak bisa melakukan distribusi secara normal," ujar Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani, Minggu (11/4/2021) siang.

Dibeberkan H Saibani, pada kondisi normal dalam satu hari setidaknya dalam satu hari bisa dilakukan dua kali pengiriman ke stasiun-stasiun pengisian dan yang dihadapi saat ini, satu kali pengiriman bisa memakan dua hingga tiga hari.

Dan dengan adanya kondisi ini, dibeberkan juga oleh H Saibani yang akan terdampak beberapa daerah di Kalsel, mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Pelaihari, Tanahbumbu hingga Kotabaru.

Untuk itulah H Saibani pun berharap pihak terkait mulai dari Pemprov Kalsel hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel (PUPR) dan juga Balai Jalan bisa membantu.

"Kita meminta pihak terkait untuk membantu dari segi infrastruktur, agar kami pun juga bisa menjalankan tugas dalam menyediakan kebutuhan dasar untuk masyarakat. Apalagi ini mendekati ramadan, kita khawatirkan terjadi inflasi," tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved