Lia Eden Meninggal
Jenazah Lia Eden Dikremasi, Penyebab Kematian Dirahasiakan Pengikut
Lia Eden atau bernama lengkap Lia Aminuddin yang juga pemimpin Kelompok Salamullah, itu meninggal pada Jumat(9/4/2021) lalu pada usia 74 tahun.
Editor : Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Masih ingat dengan sosok Lia Eden? Perempuan yang mengaku sebagai titisan Bunda Maria itu dikabarkan telah meninggal dunia. Bahkan, hari ini, jenazahnya akan dikremasi.
Lia Eden atau bernama lengkap Lia Aminuddin yang juga pemimpin Kelompok Salamullah, itu meninggal pada Jumat(9/4/2021) lalu pada usia 74 tahun.
Namun penyebab kematian Lia Even yang pasti masih dirahasiakan para pengikutnya
Para pengikut perempuan itu memang masih setia bahkan mengurus semua kebutuhan pascameninggalkan Lia Eden.
Baca juga: Aksi Peran Arya Saloka & Amanda Manopo, Malam Pertama Andin Al di Sinetron Ikatan Cinta Malam Ini
Baca juga: Hari Ini Sidang Isbat Ramadhan 1442 H, Kemenag: Sholat Tarawih Hanya di Zona Kuning dan Hijau
Bahkan keluarga Lia Eden sendiri kesulitan untuk menjumpai yang terakhi kali.
"Lia Eden (Lia Aminudin) yang sejak 1995 meyakini terus menerima bimbingan malaikat Jibril telah meninggal Jumat lalu (9/4/2021),” ujar Manajer Program Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Thowik, Minggu(11/4/2021).
Thowik enggan merinci lebih jelas mengenai penyebab meninggalnya Lia Eden. Yang jelas kata dia meski Lia Eden telah meninggal ajarannya tetap akan diteruskan.
“Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang mahadamai,” kata Thowik.
Lia Eden merupakan pemimpin sekte Kerajaan Tuhan (God's Kingdom Eden). Ia mengklaim diri telah mendapat wahyu dari Malaikat Jibril sehingga ia mempelajari aliran paranealis atau lintas agama. Pada 1998, Lia yang terlahir sebagai Muslim mempelajari Nasrani.
Dia kemudian merilis sebuah buku berjudul 'Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir' yang berisi mengenai aliran yang ia dalami.
Lia Eden mengimani reinkarnasi dari ajaran Hindu, mengklaim diri sebagai titisan Bunda Maria, dan menyatakan putranya yang bernama Ahmad Mukti sebagai Yesus Kristus.
Lia Eden juga menerapkan sejumlah ajaran agama Buddha, seperti meditasi dan memahat patung.
Baru pada pertengahan 2000, Lia mendeklarasikan agama baru, Salamullah, sebagai penyatuan dari semua agama yang ia pelajari.
Lia Eden sempat ditangkap pada Desember tahun 2005 atas dugaan penodaan agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lia-eden-meninggal-dunia.jpg)