Berita Banjarbaru

Pasokan Vaksin di Banjarbaru Tersendat, Begini Penjelasan Kadinkes

Pasokan vaksin Covid-19 di Kota Banjarbaru tersendat. Akibatnya, saat ini vaksinasi hanya sebatas bagi pelayan publik

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Pimpinan dan Anggota DPRD Banjarbaru mulai mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap I yang dipusatkan di Rumah Sakit Mawar Jumat (12/3/2021) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU-  Hingga dua bulan berjalan program vaksinasi di Banjarbaru masih berkutat hanya sebatas bagi pelayan publik. 

Belum ada suplai tambahan kuota vaksin membuat target vaksinasi untuk guru dan masyarakat umum di Kota Idaman masih jauh dari harapan.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza menerangkan sempat beredar kabar Banjarbaru kembali kedatangan vaksin sebanya 5.000 vial.

Namun informasi yang dimaksud bukan Vaksin. Melainkan,  bantuan antigen untuk kota Banjarbaru.

"5.000 itu antigen yang mau dikasihkan. Untuk vaksi Covid-19, sampai sekarang belum ada tambahan di Banjarbaru," kata dia.

Baca juga: Ramadhan 1442 H, Dinkes Banjarmasin Pastikan Vaksinasi Covid-19 Tetap Jalan

Baca juga: Ratusan Pedagang Pasar di Banjarmasin Kembali Divaksinasi Covid-19

Baca juga: Jelang PON Papua 2021, Para Atlet Wasaka Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Vaksin untuk Banjarbaru, menurut Rizan,a sudah digunakan mulai untuk tenaga kesehatan yang sudah selesai dilaksanakan. Kemudian untuk pelayanan publik.

"Namun jumlah vaksinnya tidak sebanding dengan pelayan publik di Banjarbaru masih banyak lagi yang belum," sebut dia.

Rizana menyebut, untuk kuota vaksin pertama Banjarbaru kebagian 1.381.  Lalu  yang kedua, untuk 1.050 orang karena dua kali vaksin jadi dua kali lipat sebanyak 2.100.

"Kalau tidak salah itu ya jumlahnya. Setelah kuota itu kita tidak pernah dapat lagi vaksin tambahan," sebut Rizana.

Memang ada, namun itu kuota ASN di pemprov  Kalsel. Namun, itu bukan termasuk kuota Banjarbaru.

 Rizana menjelaskan penyebab kuota vaksin Banjarbaru tidak di kirim lagi. Menurutnya, pemerintah pusat sudah memesan  vaksin tambahan.

Namun, disaat bersamaan negara pembuat vaksin, kasus Covid 19 nya juga meledak sehingga mereka semacam melakukan embargo vaksin.

"Mereka lebih mengutamakan kepentingan negaranya sehingga negara kita pengirimannya tersendat-sendat kemarin jadi ini juga salah satu faktor sehingga sampai sekarang kita belum mendapatkan lagi tambahan vaksin," kata dia.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Ketua PN Harapkan Tak Ada Hakim Terpapar Corona

Ini berlaku hampir seluruh Indonesia tidak hanya di Banjarbaru saja. Apalagi vaksin yang suah datang pertama itu 70 persen dialokasikan untuk pulau Jawa dan Bali yang kasusnya sangat banyak sekali.

Sedangkan 30 persen nya baru dibagikan untuk Kalimantan, Sumatera Sulawesi jadi dapatnya juga terbatas. (Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved