Sport

Pelatih Kurangi Porsi Latihan Atlet Angkat Besi Kalsel

Biasa 100 persen jalani program latihan, saat Ramadan ini atlet angkat besi Kalsel hanya latihan saat pagi dan porsinya hanya sekitar 80-85 persen.

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/IRFANI RAHMAN
Atlet angkat besi Kalimantan Selatan sedang latihan, beberapa waktu lalu. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiada hari tanpa latihan, untuk berupaya mendapatan prestasi terbaik, dilakukan para atlet angkat besi Kalimantan Selatan.

Penuturan Riska, satu atlet angkat besi yang akan bertolak ke PON Papua 2021, mengungkapan, saat Ramadan latihan dilakukan saat pagi.

Baginya, tak ada perubahan latihan para Ramadan ini. Perbedaannya hanya pada target atau persentasinya.

'Kalau di angkat besi. yang dikurangi bukan waktu latihan, tapi dari persentasenya. Biasa maksimal, sekarang agak diturunkan," rincinya.

Baca juga: VIDEO Meski Tempat Kecil, Atlet Angkat Besi Kalsel Ini Semangat Latihan

Baca juga: Hobi yang Bikin Sehat, Mantan Galuh Kalsel ini Mulai Menyenangi Olahraga Angkat Besi

Dia dan rekan-rekannya mengikuti instruksi  yang diberikan pelatih. Saat sahur, minum suplemen untuk daya tahan tubuh saat latihan.

Untuk pola makan, dirinya pun stabil atau tak ada perubahan banyak. Hanya, istirahat agak bertambah.
"Paling habis latihan, banyak istirahat saja," papar gadis muda ini.

Hal yang sama juga diungkapan Tika. Atlet muda ini mengungkapkan yang membedakan saat latihan Ramadan ini paling tidak setelah latihan langsug istirahat yang cukup.

Selain itu ada penyesuaian dari pelatih, untuk program persentasenya sedikit dikurangi dari pada hari-hari biasanya pas sebelum puasa. 

Baca juga: Mantap, Meski Masih Muda, Lifter Muda Kalsel Ini Mampu Clean and Jerk Capai 151 Kg

Baca juga: VIDEO Meski Tempat Kecil, Atlet Angkat Besi Kalsel Ini Semangat Latihan

Kemudian, Jadwal latihan pagi dimajukan ke pukul 06.30 Wita karena masih ada tenaga sehabis sahur.

'Kalau latihan sore, pasti lemas biasanya. Tapi ada juga yang sebagian latihan sore ," tutur atlet muda yang kerap memperoleh juara ini.

Sementara itu, atlet putri yang berhalangan akan diberi program yang berbeda dari kawan-kawan  yang tengah berpuasa.

Pelatih angkat besi Kalsel, Mudjianto, mengungkapkan selama Ramadan ini para atlet tetap rutin melakukan latihan setiap hari. Meski begitu, persentase latihan mereka dikurangi.

Baca juga: Angkat Besi Kalsel Pernah Berjaya di Tingkat Junior, Masa Depan Lifter Banua Cerah

Baca juga: Jabat Ketua PABSI Kalsel, Amaruddin  Ingin Cari Bibit Baru Angkat Besi Wanita

"Persentase yang biasa 100 persen, kami kurangi menjadi 80-85 persen. Latihan yang biasanya pagi dan sore, sekarang cuma pagi saja mulai pukul 06.30 Wita. Kemudian, kami memberikan protein 1 scop per hari untuk  diminum setelah sahur," jelasnya.

Untuk waktu latihan pun dikurangi, yakni hanya sekitar dua jam dari biasanya sekitar tiga jam.

Ia pun berharap para atlet di Ramadan untuk banyak istirahat setelah latihan dan juga beribadah

(Banjarmasinpost.co.id/Irfani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved