Breaking News:

Berita Banjarmasin

Ramadhan, Makam Datu Amut Kabupaten HSU Ramai Diikunjungi Warga

Tempat religi yang sering dikunjungi orang di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) salah satunya adalah makam wali Amut yang ada di Desa Sungai Durait Ke

Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati
Tempat religi yang sering dikunjungi orang di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) salah satunya adalah makam wali Amut yang ada di Desa Sungai Durait Kecamatan Babirik. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Tempat religi yang sering dikunjungi orang di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) salah satunya adalah makam wali Amut yang ada di Desa Sungai Durait Kecamatan Babirik.

Makam Datu Amut kerap dikunjungi peziarah baik dari warga HSU maupun dari warga luar HSU.
Burhan salah satu anggota keluarga dari wali amut yang saat ini masih menjaga makam mengatakan Utuh Amut pada masa kecil normal seperti anak-anak biasa, berpakaian normal, namun setelah mengalami kecelakaan, jatuh dari ayunan, beliau kemudian mengalami perubahan, yaitu tidak mau lagi berpakaian, hingga diberi gelar Utuh Amut atauorang yang bertelanjang.

Dengan tidak mengenakan pakaian wali amut jalan jalan ke beberapa tempat hingga ke Banjarmasin, mulai dari kecil hingga berusia 70 tahunan.

Awal karomah beliau pada saat 1972 bermula ketika di Kalayan Banjarmasin ada seseorang yang menderita penyakit abuh atau pembesaran perut, sudah mencari obat namun tidak juga sembuh.

Baca juga: Datangi Rumah Otis Hahijary, Luna Maya Curi Perhatian Saat Makam Malam Bareng si Bos ANTV

Baca juga: Potret Kondisi Makam Julia Perez, Teringat Sosok Jupe yang Telah 4 Tahun Meninggal

Baca juga: Kisah Viral Air Makam Menyembur dari Makam Habib Cikini Saat Akan Digusur, Kini Dipercaya Mujarab

Baca juga: Wisata Kalsel, Pulau Datu Merupakan Tempat Makam Ulama Besar Sekaligus Pengusir Penjajah

Baca juga: Datangi Makam Glenn Fredly, Mutia Ayu Tampil Beda di Setahun Wafatnya Ayah Gewa

Namun, atas saran seorang habib disarankan untuk memberi makan dan memelihara seseorang yang terlihat aneh dan menyimpang dari kebiasaan orang banyak.

Dan menemukan wali Amut, setelah itu dirawat dan akhirnya yang memiliki penyakit tersebut sembuh. “Dari hal tersebut banyak yang mengetahui Aali Amut lalu datang ke makam beliau,” ujarnya.

Untuk menuju makam wali amut membutuhkan perjalanan sekitar 30 menit dari pusat kita Amuntai. Lokasinya berada di pinggir jalan utama sehingga mudah untuk ditemukan. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati).

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved