Breaking News:

Berita HST

Minim Rambu Lalu Lintas, Empat Titik Perempatan Jalan Walangsi Kapar HST Masih Gunakan Ban

Jalan lingkar Walangsi Pajukungan, Kecamatan Barabai ke Kapar Kecamatan Batangalai Selatan sampai sekarang masih minim rambu lalu lintas

banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu dari lima perempatan di Jalan Lingkar Walangsi-Kapar yang tak dilengkapi rambu lalu lintas da hanya ditandai dengan tumpukan ban, Minggu (2/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Berstatus sebagai jalan nasional sejak 2015, Jalan lingkar Walangsi Pajukungan, Kecamatan Barabai ke Kapar Kecamatan Batangalai Selatan sampai sekarang masih minim rambu lalu lintas.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Minggu (2/5/2021) jalan sepanjang 8 kilometer lebih tersebut bahkan belum juga dilengkapi penerangan jalan umum.

Padahal, jalan yang dibangun sekitar tahun 2012 tersebut sering dilewati angkutan umum antar kabupaten dan antar provinsi. Yaitu dari arah Banjarmasin ke Balangan dan Tabalong serta Kaltim atau sebaliknya.

Rambu lalu lintas yang sudah dipasang baru pembatas pinggir jalan, serta beberapa tanda tikungan di wilayah Kapar.

Baca juga: Sering Jadi Lokasi Balapan, Jalang Lingkar Walangsi Kapar Dirazia Petugas Polres Hulu Sungai Tengah

Baca juga: Layani Remaja Tak Puasa, Pedagang Pentol di Jalan Walangsi- Kapar Marak HST Ditertibkan Satpol PP 

Sedangkan di titik lainnya, belum ada, bahkan dari lima perempatan di jalan tersebut, empat di antaranya masih pakai tanda ban yang ditumpuk-tumpuk. Sedangkan tanda arah belok menuju kemana saja masing-masing perempatan semuanya belum dilengkapi informasi nama jalan.

“Harusnya juga dipasangi lampu kuning kedip-kedip. Sebab sangat sering terjadi kecelakaan di setiap perempatannya,”kata anggota DPRD HST Yazid Fahmi.

Menurut Yazid, dengan dibukanya kembali Jalan Lingkar Walangsi-Kapar pasca perbaikan oleh Dinas terkait secepatnya pihak yang berwenang mestinya segera melengkapinya dengan rambu. Seperti memasang lampu kuning atau pun traficlight di tiap perempatan.

Selain itu, kondisi marka jalan yang mulai buram, agar dibikin marka timbul untuk mengendalikan kecepatan pengendara.

Di Kota Barabai sendiri, jelas Yazid sampai sekarang traficlight juga belum berfungsi pasca banjir bandang. Seperti di Simpang 10 dan  simpang empat Jalan Surapati. Jika arus lalu lintas sedang padat, terjadi kesemrawutan pengguna jalan di Kota Barabai, yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved