Breaking News:

Berita HST

Layani Remaja Tak Puasa, Pedagang Pentol di Jalan Walangsi- Kapar Marak HST Ditertibkan Satpol PP 

Satpol PP HST menertibkan aktivitas pedagang pentol di Jalan lingkar Walangsi-Kapar di Barabai yang kerap terlihat melayani remaja tak puasa

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Satpol PP HST untuk banjarmasin post
Anggota Satpol PP HST saat melakukan patroli dan memberikan teguran lisan kepada salah satu pedagang makanan pakai rombong yang dilaporkan masyarakat buka di luar jam ketentuan Perda Ramadan, Rabu (28/4/2021).   

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Kondisi di Jalan lingkar Walangsi-Kapar di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)  yang sepi dimanfaatkan pedagang pentol untuk berjualan, dan melayani pembeli yang tengah tak berpuasa.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, pedagang yang berjualan dengan gerobak maupun sepeda motor mangkal di sejumlah titik yang sepi.

Mereka melayani para remaja yang tak berpuasa dan makan di tempat sejak pagi.

Warga setempat pun mengatakan prihatin, karena mereka tak merasa malu  makan di pinggir jalan tanpa menghormati bulan suci Ramadan.

Baca juga: Tidak Pakai Masker, Paman Pentol Depan Samsat Banjarbaru Dihukum Pushup

Baca juga: Berdagang di Lokasi Banjir Kabupaten Banjar, Jualan Pedagang Pentol Ini Laku Keras

“Semoga ada tindakan pembinaan kepada para pedagang tersebut. Juga kepada remaja yang makan-makan di pinggir jalan, semoga orang tua mereka memberikan pendidikan agama yang baik,”kata Udin, warga setempat.

Sementara itu, menindaklanjuti laporan warga terkait pelanggaran Perda Ramadan, Satpol PP HST melaksanakan penertiban Rabu (28/4/2021).

Kasatpol PP HST Abdul Razak, kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan penertiban dilaksanakan dengan patroli mobile di sepanjang Jalan Walangsi-Kapar tersebut, dengan sasaran pedagang pentol dan warung rombong di Depan Gedung Pemuda.

Namun, saat patroli sekitar pukul 10.00 hingga pukul 11.00 wita tadi kami tak menemukan pedagang pentol, maupun pedagang makanan pakai rombong saat berjualan,”kata Razak.

Dijelaskan, untuk rombong makanan di pinggir jalan memang ditemukan dalam kondisi tutup. Meski demikian, pemilik rombong yang juga dilaporkan masyarakat berjualan sejak pagi di luar ketentuan Perda tersebut ditemui anggota Satpol PP.

Anggota Satpol PP memberikan teguran secara lisan, agar menaati Perda dan menghormati bulan Suci Ramadan.

“Sementara, tak diberikan sanksi, tapi diberi pembinaan, agar yang bersangkutan taat aturan,”kata Razak.

Baca juga: Astaga, Gas LPG 3 Kilogram di Martapura Capai Rp 45 ribu, Pedagang Pentol Ini Pasrah Terpaksa Beli

Mengenai pelanggar Perda lainnya di beberapa lokasi yang menjual makanan sejak pagi, menurut Razak tidak bisa menindak, jika pembelinya tak makan di tempat atau dibawa pulang.

Sesuai Perda Ramadan, jam buka warung atau rumah makan dimulai pukul 13.00 wita. Itupun hanya melayani masyarakat yang membeli makanan dengan membungkus dan membawa pulang, bukan untuk dimakan di tempat. Selain patroli mobile menurut Razak, pihaknya juga standby di sekitar Taman Keramat Barabai, untuk memantau kelancaran arus lalu lintas. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved