Breaking News:

Berita Kalteng

Hari Pertama Peniadaan Mudik, Puluhan Kendaraan Diminta Putar Balik Petugas Pos Perbatasan di Kapuas

Hari pertama peniadaan mudik lebaran, puluhan pemudik diminta putar balik oleh petugas

banjarmasinpost.co.id/fadly setia rahman
Petugas melakukan pemeriksaan di pos penyekatan Jembatan Timbang Kilometer 12,5 Anjir Kecamatan Kapuas Timur, Kamis (6/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Hari pertama peniadaan mudik lebaran, penjagaan pos perbatasan wilayah Kalselteng diperketat, Kamis (6/5/2021).

Petugas di pos perbatasan Jembatan Timbang Kilometer 12,5 Anjir Kapuas Timur teliti dan sigap melakukan pemeriksaan sesuai SOP ditetapkan.

Puluhan kendaraan pun harus putar balik karena tidak bisa menujukkan dokumen yang tertera dalam SOP berlaku.

Meski secara mobilitas hari ini diketahui menurun dari sebelumnya. Sebagian besar pengguna jalan adalah kendaraan angkutan logistik baik itu barang, makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Tinjau Pos Pelayanan Gambut, Dirlantas Polda Kalsel Sebut Pemudik Cukup Tunjukan Suket Antigen

Baca juga: VIDEO Reaktif Covid-19, Pemudik Asal Kaltim Disuruh Putar Balik Petugas

Baca juga: Dua Pelabuhan Dijaga Satlantas Polres Tanbu Kalsel untuk Antisipasi Pemudik Lebaran

Warga yang bepergian selain angkutan logistik, jauh menurun dari hari biasanya. Hal itu karena memang gencarnya sosialisasi aturan sejak jauh hari.

Kapolsek Kapuas Timur Iptu Eko Sutrisno mengatakan pos penyekatan di lokasi tersebut sudah berdiri sejak 28 April 2021 lalu. Sejak saat itu pun sudah ratusan kendaraan yang diminta putar balik.

Tercatat hingga, Kamis (6/5/2021) siang, sudah ada 899 kendaraan yang harus putar balik ke daerah asalnya.

"Khusus hari ini hingga pukul 14.00 WIB tadi, sudah ada 48 kendaraan yang kami minta putar balik," kata Kapolsek.

Baca juga: VIDEO Penyekatan Mudik di Pos Perbatasan Kalsel-Teng Mulai Efektif Beroperasi

Dilanjutkannya, kendaraan yang diminta putar balik rata-rata karena tidak melengkapi diri dan tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas covid hasil pemeriksaan antigen atau RT-PCR.

"Sejak pos penyekatan ini berdiri, kami terus gencarkan sosialisasi terkait larangan mudik dan syarat masuk untuk angkutan. Jadi para sopir angkutan barang sebagian besar sudah paham dan sudah menyiapkan syarat masuk daerah sesuai SOP yang ada," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved