Mayat Dalam Karung di HST
Selidiki Kasus Mayat Dalam Karung di HST Kalsel, Polisi Kini Periksa Dua Orang Ini
Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menyatakan sedang memeriksa dua orang berinisial Y dan H terkait temuan mayat dalam karung di HST
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menyatakan sedang memeriksa dua orang berinisial Y dan H terkait temuan jenazah Suryadi (38) yang menggegerkan warga Desa Tabat Pahalatan, Kecamatan Labuanamas Utara (LAU) Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kasubbag Humas Polres HST Soebagiyo yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Jumat (7/5/2021) mengatakan, dua orang tersebut sedang diperiksa intensif oleh Satreskrim Polres HST.
Namun, Soebagyo menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci, karena Polres HST sendiri masih dalam proses penyelidikan.
“Intinya masih penyelidikan,”katanya singkat via What’s Up.
Baca juga: Mayat Dalam Karung, Kades Pahalatan Sebut Sebelumnya Korban Mengamuk Keluarganya
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung di HST Diduga Keluarga Sendiri
Baca juga: Geger Mayat Dalam Karung di Belakang Rumah Warga Tabat Pahalatan HST
Sementara itu, informasi yang diperoleh, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk aotupsi.
Selanjutnya, jenazah dikembalikan ke pihak keluarga di Desa Tabat Pahalatan, untuk dimakamkan secara layak.
Penjabat Kades Tabat Pahalatan, M Arsyad yang dikonfirmasi mengatakan, informasi yang dia peroleh, jenazah masih dalam perjalanan untuk dibawa pulang ke Tabat Pahalatan.
“Soal tempat pemakaman, informasi yang saya terima kemungkinan di tempat penguburan awal ditemukan, kalau tidak ada perubahan,”kata Kades.
Sementara dari gambaran foto korban setelah karung pembungkusnya dibuka, terdapat luka memanjang di kepala bagian belakang yang diduga akibat sabetan benda tajam.
Penguburan diperkirakan berlangsung sejak Selasa siang.
Dua hari setelahnya paman korban melaporkan ke Balai Desa atas kejadian tersebut.
Selanjutnya, kuburan dibongkar Satreskrim Polres HST dan Polsek LAU bersama warga.
Kemudian, jenazah korban dibawa POlres HST ke Banjarmasin untuk outopsi. Belum diketahui pasti motif korban dihabisi.
Pelaku diduga dihabisi orang yang masih punya hubungan darah dengan korban. Namun, sebelumya Kades, M Arsyad mengatakan, sebelumnya korban mengamuk saat meminta uang kepada pelaku yang merupakan saudara ibu kandungnya.
Baca juga: Geger Penemuan Mayat Pria di Antara Pohon Pisang di Kompleks Purnasakti Banjarmasin Barat
Akibat hilang kesabaran karena sering diamuk dan diancam korban, menurut Kades pelaku akhirnya menghabisi korban, lalu menguburnya di belakang rumah pamannya, Yusni.
Namun, kades mengatakan tak mengetahui persis bagaimana proses penguburan tersebut, karena pihaknya sudah menyerahkan proses hukum pada kepolisian. (banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/korban-pembunuhan-hst-dua.jpg)