Viral Bipang Ambawang

Harga Bipang Ambawang Ternyata Tidak Murah, Lihat Penampakannya

Banyak yang ingin tahu apa itu bipang ambawang dan berapa harganya. Ternyata harga bipang ambawang tidak murah.

instagram
Bipang ambawang khas Kalimantan Barat sebenarnya adalah babi panggang.Harga Bipang Ambawang Ternyata Tidak Murah, Lihat Penampakannya yang Krispi 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Belakangan ini kata Bipang ramai digunjingkan publik tanah air.

Berawal dari heboh potongan pidato Presiden Joko Widodo saat mempromosikan kuliner khas daerah yang dikaitkan dengan kebijakan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021.

Bipang yang bikin heboh usai dipromosikan Presiden Jokowi itu ternyata bukanlah camilan khas yang terbuat dari beras seperti dikira sebagian orang,

melainkan Bipang Ambawang yakni penganan babi panggang khas Kalimantan Barat.

Usai menuai kontroversi, pamor bipang Ambawang malah kian melejit.

Banyak yang ingin tahu apa itu bipang ambawang dan berapa harganya. Ternyata harga bipang ambawang tidak murah.

Baca juga: Viral Disampaikan Jokowi, Apa Itu Bipang Ambawang ?

Baca juga: Viral di Twitter Usai Dipromosikan Jokowi, Bipang Ambawang Kalimantan Barat Bukan untuk Muslim

Seperti diberitakan, dalam potongan video yang beredar, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman.

Guna mengobati kerinduan pada kampung halaman khususnya kuliner kampung halaman, Jokowi pun mengajak masyarakat untuk membeli makanan khas daerah secara online.

Jokowi lalu menyebut sejumlah nama kuliner khas daerah, termasuk Bipang Ambawang.

"Untuk bapak ibu dan saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online."

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," kata Jokowi dalam video tersebut.

Atas beredarnya video itu hingga menumbulkan kegaduhan, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyampaikan permintaan maaf.

Lufi mengatakan, dalam konteks secara keseluruhan, pernyataan Presiden dalam video itu untuk mengajak masyarakat Indonesia mencintai dan membeli produk lokal.

Lutfi juga mengingatkan pada 13-14 Mei 2021 adalah libur Hari Raya Idulfitri dan 13 Mei 2021 juga adalah hari libur Kenaikan Yesus Kristus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved