Berita Tapin

Jaringan Irigasi Bendungan Tapin Jangkau 24 Desa

Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, mulai dikerjakan pembangunan jaringan irigasinya

banjarmasin post
BENDUNGAN TAPIN -Bendungan Tapin yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Februari 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, mulai dikerjakan pembangunan jaringan irigasinya, Rabu (12/05/2021). Saluran irigasi tersebut melintasi 24 desa dari lima kecamatan di Kabupaten Tapin.
Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Kometmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Rizalul Kamal kepada banjarmasinpost.co.id. Dia mengatakan, program realisasi irigasi dilaksanakan mulai tahun anggaran 2020 sampai tahun anggaran 2022 melalui Multi Years Contract (MYC) oleh BWS Kalimantan III Provinsi Kalsel Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Sejauh ini progres realisasi lanjutan pembangunan jaringan irigasi sudah mencapai 9,268 persen," sebut dia.
Rizalul menyatakan sampai saat ini tidak ada hambatan atau kendala yang berarti pada pelaksanaan, kecuali tingginya curah hujan, sehingga menyebabkan rusaknya jalan masuk.
"Jaringan irigasi ini meliputi 24 desa di Kecamatan Bungur, Kecamatan Tapin Tengah, Kecamatan Tapin Utara, Kecamatan Tapin Selatan dan Kecamatan Lokpaikat dengan Outcome 2.275 hektare dan output 22, 42 km," beber dia.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Gusti Ridha Jaya Wardana menerangkan, Pemerintah Kabupaten Tapin sudah membentuk tim pengadaan tanah untuk jaringan irigasi baru. "Ada 57,25 hektare tanah atau 362 bidang yang harus dibebaskan untuk jaringan irigasi baru. Pemetaan jaringan irigasi baru sudah selesai," ujar dia.
Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin, bendungan berkapasitas 52 juta meter kubik itu akan mengairi jaringan irigasi ke lahan pertanian seluas 5.472 hektare.
Wagimin mengatakan, dari panen padi pada lahan seluas 87.895 hektare dapat menghasilkan gabah sebanyak 446.269 ton. "Dengan adanya bendungan, ke depan diharapkan ada peningkatan menyusul kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200, lalu 300. Bila itu tercapai, dapat meningkatkan produksi padi menjadi 476.705 ton (naik sebesar 30.436 ton)," tutur Wagimin. (banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved