Breaking News:

Berita Tapin

PTM di Tapin, 52 SD dan 18 SMP Hari Ini Resmi Gelar Pembelajaran Tatap Muka

PTM resmi digelar di 52 Sekolah Dasar (SD)dan 18 Sekolah Menengah Pertama dari di Kabupaten Tapin

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/stanislaus Sene
Protokol kesehatan dijalankan di SDN 1 Hatungun, Tapin saat pelaksanaan PTM resmi dilaksankan hari ini, Kamis (20/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk 52 Sekolah Dasar (SD) dari 178 Sekolah Dasar dan 18 Sekolah Menengah Pertama dari 26 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tapin resmi dilaksanakan hari ini.

Informasi yang diterima Banjarmasinpost.co.id, pemberlakukan belajar tatap muka yang dilaksanakan tersebut hanya untuk status sekolah yang sudah dinyatakan benar-benar siap dan terbebas dari status kasus Penyebaran covid-19. 

Sementara itu untuk sekolah-sekolah yang belum siap, pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Ahlul Jannah mengatakan dari 178 sekolah dasar (SD) dan 26 sekolah menengah pertama (SMP) tidak semua sekolah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Baca juga: Kadisdik Banjarbaru Sebut 24 Guru SMPN 4 Gagal Divaksin, PTM Dijadwalkan Juli 2021

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tabalong, Dosis Pertama Diberikan ke Tenaga Pendidik Laksanakan PTM

"Sistemnya bertahap. Untuk tahap pertama ada 70 tempat belajar yang terdiri dari 52 SD dan 18 SMP yang tersebar di 12 Kecamatan," jelasnya.

Ahlul mengatakan pengambilan keputusan ini setelah Dinas Pendidikan melaksanakan memonitoring kesiapan sekolah.

"Pada umumnya sekolah-sekolah memang sudah menyiapkan protokol kesehatan," katanya.

Ia mengatakan selain sekolah dan guru-guru, orang tua murid juga sudah menyampaikan kesiapannya.

"Sementara ini mereka setuju sekolah tatap muka. Tetapi dalam perjalanan bila ada yang tidak setuju, Disdik tidak memaksa. Mereka boleh melarang anaknya tidak datang ke sekolah," jelasnya.

Ia mengatakan murid yang tidak datang, bisa memberlakukan belajar secara daring, seperti yang ada sebelumnya.

"Untuk kesiapan tenaga pendidik juga sudah diperhatikan. Guru yang sekolahnya tatap muka, terlebih dahulu harus sudah di vaksin. Baik yang pertama maupun yang kedua. Lalu sekolah harus menyediakan minimal 2 alat pengukur suhu tubuh dan membuat jalur masuk khusus. Serta menyediakan buku besar pencatat hasil suhu tubuh," jelasnya.

Ia mengatakan siswa juga harus menyediakan kertas kecil mencatat hasil suhu tubuh setiap hari untuk dibawa pulang ke Rumah.

Baca juga: Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Targetkan PTM pada Juli 2021

"Kita akan terus memonitoring dan mengevaluasi. Seandainya tidak ada penyebaran, tidak menutup kemungkinan semua sekolah bisa tatap muka," lanjutnya.

Ia juga mengatakan bilamana dalam perjalanan waktu ada yang positif baik itu siswa maupun tenaga pengajar maka dinas memperbolehkan sekolah bisa langsung libur, tanpa melalui terlebih dahulu baik ke Disdik maupun Satgas Covid-19 Tapin dan liburannya selama 14 hari. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved