Berita Banjarmasin

PMI Banjarmasin Incar Pendonor di Kalangan ASN

Minimnya stok darah masih menjadi kendala yang dihadapi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Kepala UDD PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Minimnya stok darah masih menjadi kendala yang dihadapi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin

Bahkan pada moment lebaran Idul Fitri lalu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan bahwa pihaknya kekurangan pendonor.

"Dua hari saat lebaran kemarin kita hanya dapat tiga orang pendonor. Padahal sedang banyak-banyaknya permintaan," ujarnya, Sabtu (22/5/2021).

Kurangnya pendonor yang terjadi lantaran terbatasnya kegiatan dari instansi, sehingga banyak instansi yang enggan menggelar kegiatan donor darah.

Baca juga: Meski Libur Lebaran Pelayanan Donor Darah di UDD PMI Banjarmasin Tetap 24 Jam

Baca juga: Gunakan Mobil Unit Donor Darah, PMI Tabalong Datangi Masjid-Masjid Berikan Layanan Jemput Bola

Baca juga: Bersama Berbuat Baik, YNS Center Berencana Gelar Donor Darah di Banjarmasin

"Padahal kita sudah menyampaikan surat, dan memberikan jaminan bahwa pelaksanaan donor darah yang kita laksanakan dengan prokes yang ketat," imbuhnya.

Untuk itulah guna menutupi kekurangan stok darah tersebut, UDD PMI Banjarmasin akan mencoba menjalin kerja sama di beberapa organisasi dan instansi terkait.

Pihaknya juga menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarmasin untuk donor darah dan menutupi kekurangan stok darah yang terjadi.

"Mungkin nanti akan kami buat surat ke instansi pemko untuk dinas terkait supaya bisa melaksanakan kegiatan donor darah minimal dalam sehari itu 10-20 orang dari ASN yang mendonor, dan itu kan sangat terbantu dan semoga ini bisa membantu," katanya.

Selain darah, dikatakan dokter Rama bahwa, permintaan plasma konvalesen juga sangat banyak. Namun saat ini menurutnya pendonor plasma tersebut sudah sangat sulit didapat.

"Untuk plasma konvalesen juga kita kesulitan pendonor. Bukan karena tidak ada pendonornya, tetapi titer antibody yang dimiliki pendonor tidak mencukupi," paparnya.

"Beberapa hari lalu kita juga ada memeriksa beberapa pendonor yang ingin mendonorkan plasma, tetapi titer antibodynya tidak cukup dan kita pernah mencoba 10 sempel, tapi yang bisa diambil titer antibody nya hanya satu orang," tambahnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved