Berita Tapin

VIDEO Gabah Premium Anjlok, Petani Tapin Gigit Jari

Harga gabah padi premium anjlok membuat petani di Tapin gigit jari. Mereka terpaksa menyimpan dulu padi yang dipanen tahun ini

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Para petani di Kecamatan Bakarangan malah harus gigit jari lantaran harga gabah yang di beli para tengkulak berada di harga terendah, Jumat, (28/05/2021).

Petani Desa Desa Parigi, Idil saat ditemui Banjarmasinpost.co.id mengatakan tahun ini harus terpaksa ditampung karena harga jual anjlok.

"Padahal yang panen hanya beberapa desa saja, namun harga gabah hanya 5000 perkilonya," ungkapnya.

Idil mengatakan pada tahun lalu harga gabah berada di harga 5700 - 6200 rupiah perkilonya, namun pada tahun ini para petani yang ingin menjual gabahnya hanya dihargai sekitar 5000 rupiah saja.

"Harga 5000 rupiah perkilo tentu menjadi harga paling murah untuk gabah jenis siam kupang," jelasnya.

Ia mengatakan para petani berharap harga gabah dapat kembali seperti tahun lalu atau paling tidak dengan harga stabil, jangan berada di harga terendah.

Hal yang sama juga di alami Abdul majid petani desa parigi kacil, bahwa para petani enggan untuk menjual gabahnya karena harga yang sangat murah, padahal gabah jenis ini merupakan gabah untuk beras premium Tapin.

"Gabah beras premium Tapin hanya dihargai 5000 rupiah," jelasnya.

Majid mengatakan untuk harga tersebut tidak dapat menutup biaya tanam padi mulai dari persiapan lahan, menanam padi, pupuk, hingga panen.

"Harga gabah tidak dapat menutup semua biaya operasional saat tanam hingga panen," tegasnya.

Ia berharap harga kembali stabil sehingga membantu para petani di Desa ini. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved