Berita Internasional

Malaysia Terapkan Lockdown Total 1-14 Juni 2021, India Juga Perpanjang Masa Karantina

Kasus covid-19 terus naik di Malaysia dan India. Kedua negara itu pun menerapkan lockdown atau karantina total.

AFP/Mohd Rasfan
Petugas medis yang mengenakan pakaian pelindung menyiapkan alat tes di lokasi pengujian virus Corona Covid-19 gratis di Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur, pada 27 Mei 2021. 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALA LUMPUR - Kasus covid-19 terus naik di Malaysia dan India. Dua negara yang bertetangga dekat dengan Indonesia itu pun akan kembali menerapkan masa karantina total alias lockdown.

Lockwodn Malaysia dan lockdown India itu kembali dilakukan seiring dengan lonjakan kasus akibat infeksi virus corona yang tembus rekor.

Pengumuman lockdown Malaysia itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Muhyiddin telah mengumumkan lockdown secara nasional mulai Juni 2021.

Melansir Al Jazeera, Muhyiddin mengatakan, penguncian yang lebih ketat dari dimulai 1-14 Juni 2021 di semua bidang sosial ekonomi.

Hanya sektor layanan dan ekonomi penting yang akan tetap beroperasi, yang akan didaftarkan oleh dewan keamanan nasional.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Sembuh 45, Positif 29, Meninggai 1

Baca juga: Muhyiddin Yassin Dilantik Jadi PM Malaysia, Kemarahan Netizen: Rakyat akan Bangkit, NotMyPM!

Para pejabat yakin varian yang lebih menular telah berkontribusi pada lonjakan tersebut.

Apalagi mengingat belum lama ini ada pertemuan untuk merayakan Idul Fitri di negara mayoritas Muslim tersebut.

"Dengan kenaikan (kasus infeksi) terbaru dalam kasus harian yang menunjukkan tren meningkat drastis, kapasitas rumah sakit di seluruh negeri untuk merawat pasien COVID-19 menjadi terbatas," kata Muhyiddin dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Malaysia melaporkan lebih dari 9.000 kasus virus corona baru pada Minggu (30/5/2021), sehingga totalnya menjadi 558.534.

Meskipun angka tersebut masih dalam kategori 'sedang' menurut standar global, wabah virus corona di Malaysia telah meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir.

Jumlah pasien dalam perawatan intensif dan menggunakan ventilator telah mencapai rekor tertinggi.

Selebaran dari Departemen Informasi Malaysia yang diambil dan dirilis pada 24 Februari 2021 ini menunjukkan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerima dosis pertama vaksin virus corona Pfizer / BioNTech Covid-19 di sebuah klinik pemerintah di Putrajaya.
Selebaran dari Departemen Informasi Malaysia yang diambil dan dirilis pada 24 Februari 2021 ini menunjukkan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerima dosis pertama vaksin virus corona Pfizer / BioNTech Covid-19 di sebuah klinik pemerintah di Putrajaya. (Malaysia Department of information)

Malaysia telah memulai upaya vaksinasi COVID-19, meskipun para kritikus mengatakan peluncurannya lambat.

Sekira 1,7 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin hingga Kamis (13/5/2021).

"Mengingat penutupan penuh ekonomi selama lockdown nasional, Kementerian Keuangan akan segera mengumumkan paket bantuan untuk individu dan sektor ekonomi," kata Muhyiddin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved