Breaking News:

Berita Batola

Memprihatinkan, Pelabuhan Pasar Marabahan Batola Kalsel Kian Rusak

Kondisi Pelabuhan Pasar Marabahan semakin memprihatinkan. Hal ini terlihat dengan banyaknya lubang di lantai dermaga, bahkan di beberapa bagian

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri
Warga menambatkan perahu di Pelabuhan Pasar Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. 

Editor: Edi Nugroho
Berita Batola

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kondisi Pelabuhan Pasar Marabahan semakin memprihatinkan. Hal ini terlihat dengan banyaknya lubang di lantai dermaga, bahkan di beberapa bagian nampak tak berlantai dan tiang penyangga yang reot.

Dermaga tambat perahu ini memang telah berumur, usianya terhitung puluhan tahun dengan kontruksi bangunan yang didominasi kayu ulin.

Meski terkesan berbahaya, masyarakat masih menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari. Terutama bongkar muat barang dan penumpang.

Baca juga: Bangun Pelabuhan Permanen Kapal Feri Penyeberangan Sungai Mentaya Perlu Rp 20 Miliar

Baca juga: Penumpang Gelap Kalsel, Petugas Pelabuhan Banjarmasin Temukan Sejumlah Penumpang Tak Bertiket

Hal ini berkenaan dengan budaya masyarakat lokal yang masih kental dengan menggunakan transportasi air, sesuai dengan geografisnya.

Diungkapkan Sahrin, motoris perahu di Pelabuhan Pasar Marabahan, dermaga yang menjadi tempatnya mencari nafkah sudah dapat dikatakan tidak layak. Perlu adanya perbaikan agar tidak membahayakan penggunanya.

"Bagian yang rusak paling banyak berada di tepi, tempat di mana kelotok bersandar untuk naik turun penumpang. Terlebih lagi pada pasar mingguan, pengunjung banyak yang menggunakan fasilitas ini" ucapnya.

Selain tepian dermaga, kerusakan parah juga berada di sandaran kapal besar pedagang samping warung Hj Zaitun. kondisinya sudah tidak bisa digunakan lagi.

Berkenaan dengan dermaga Pasar Marabahan yang rusak, Plt Kepala Dishub Batola, Joko Sumitro mengaku sudah mempunyai susunan Detail Engineering Design (DED) guna diajukannya pembangunan.

"Kita sudah punya DED nya, tinggal diajukan ke pemerintah pusat. Semoga saja mendapat respon positif karena pelabuhan itu termasuk fasilitas yang vital," beber Joko.

Ia pun menyampaikan, melalui perencanaan yang ada, tahun ini pihaknya akan mengkomunikasikannya dengan Kementrian Perhubungan agar bisa dilaksanakan tahun depan. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved