Berita Kalteng

Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Kalteng Akan Semakin Membaik

Bank Indonesia Kalteng sarankan pemerintah daerah untuk tepat manfaatkan belanja daerah karena akan berdampak positif pada masyarakat di masa pandemi.

Tayang:
Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Gencarnya pelaksanaan vaksinasi massal bagian dari upaya pemerintah daerah di Kalimantan Tengah pada percepatan pertumbuhan ekonomi. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,  PALANGKARAYA - Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Kalimantan Tengah ke depan membaik.

Meskipun, Badan Pusat Statistik merilis, kinerja ekonomi triwulan I-2021 mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 3,12 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,10 persen (yoy).

Informasi yang didapat dari BPS setempat, Selasa (15/6/2021), secara sektoral (dari sisi penawaran).

Tekanan ekonomi triwulan I-2021 utamanya bersumber dari melambatnya kinerja lapangan usaha (LU) pertambangan dan penggalian, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dan LU Konstruksi. 

Sedangkan dari sisi permintaan, hampir seluruh komponen PDRB pengeluaran mengalami pertumbuhan negatif.

Baca juga: Bangkitkan Wisata Kalteng dengan Kolaborasi Bersama Pegiat Seni dan Budaya

Baca juga: Berantas Premanisme di Palangkaraya, Personel Polresta dan Polda Kalteng Patroli Bersama

Kecuali, komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang masih tumbuh positif sebesar 0,81 persen (yoy) pada triwulan I-2021.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Rihando, Selasa (15/6/2021), mengungkapkan, pihaknya berkeyakinan ekonomi Kalimantan Tengah ke depan diprakirakan tetap membaik.

Namun, lanjut dia, harus tetap menerapkan vaksinasi dan protokol kesehatan yang disiplin,

Serta, bersinergi dalam menjalankan lima strategi respons kebijakan, pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Dijelaskan Rihando, dalam rangka mewujudkan pemulihan ekonomi Kalteng ke depan, BI Kalteng mendorong upaya optimalisasi percepatan realisasi APBD dalam rangka mendorong terciptanya multiplier effect bagi pembangunan daerah. 

Baca juga: Ingin Vaksinasi Covid-19 di Kalteng Sukses, Gubernur Sugianto Minta Bupati Wali Kota Ke Luar Daerah

Baca juga: Kapolda Targetkan 70 Persen Masyarakat Kalteng Divaksin hingga Desember 2021

"Realisasi belanja yang segera, tepat waktu dan tepat sasaran, menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus trigger bagi kegiatan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Dia menyarankan kepada pemerintah daerah, perlu melakukan monitoring dan pengawasan yang ketat terhadap realisasi anggaran belanja yang dapat memberikan multiplier effect, baik bagi pemerintah maupun  masyarakat.

"Hilirisasi komoditas unggulan ekspor dan optimalisasi komoditas lain yang berpotensi ekspor. Komoditas unggulan Kalteng pada umumnya adalah bahan mentah yang tidak memerlukan proses pengolahan lebih lanjut," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved