Breaking News:

Kalsel Bergerak

Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Lepas Tim Survei di Delapan Sub DAS

Tim pemetaan dilepas Sekda Kalsel untuk mendata delapan subdas terkait jasa lingkungan, biodiversitas hingga infrastruktur pengendali banjir.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan foto bersama tim survei lapangan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Selasa (15/6/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kick off pelepasan tim survei lapangan ke delapan Sub Daerah Aliran Sungai.

di Kalimantan Selatan sebagai bahan penting penyusunan Kajian Pengamanan Lingkungan Hidup (Enviromental Safeguard) Provinsi  Kalimantan Selatan Berbasis Ekoregion yang merupakan implementasi  kajian komprehensif untuk pemulihan lingkungan hidup pasca banjir di Kantor Dinas LH Kalsel, Selasa (15/6/2021).

Tim yang terdiri dari Kesatuan Pengamanan Hutan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, BPDAS HL, BPKH, tim ahli dan akademisi UniversItas Indonesia dan Universitas Lambung Mangkurat akan melakukan survei selama sembilan hari sejak 15 Juni hingga 21 Juni 2021.

Tim yang dilepas oleh Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar ini disebar di delapan subdas, yakni Tabalong, Balangan, Pitap, Nagara, Amandit, Tapin, Riam Kanan, Riam Kiwa, dan Alalak.

Tim survei akan mengumpulkan data terkait jasa lingkungan, daya dukung lingkungan dan biodiversitas diantaranya faktor alam, tofografi, curah hujan, pasang surut air laut, jenis tanam, morfologi sungai, faktor ontropogenik perubahan lahan hutan, urbanisasi perkotaan, dan infrastruktur pengendali banjir.

"Harapan kami tim gabungan nantinya dapat memberikan data untuk kebijakan penanganan banjir ke depan, semoga tim bisa menyelesaikan pendataan dengan baik dan lancar," ujar Roy.

Sementara Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan, tim selama sembilan hari akan maraton dalam pengumpulan data. Bahan yang terkumpul nantinya akan penting untuk analisis kronospasial.

"Kita akan petakan sebelum banjir dan sesudah banjir, karena pasti akan ada perubahan morfologi dan morfostruktural," ujarnya.

Kajian ini ujarnya juga akan menjadi bahan untik kebijakan komprehensif yang sudah didukung oleh Komisi IV DPR RI yang menghasilkan regulasi dan rekomendasi bagi semua pihak.

"Selain pemerintah, masyarakat dan dan dunia usaha, apa saja yang bisa kita lakukan bersama untuk pemulihan lingkungan hidup agar tahan terhadap kebencanaan," ujarnya.

Sementara akademisi Universitas Indonesia yang terlibat dalam tim, Mikhail Gorbachev Dom, mengatakan,  tim survei ini kepentingannya untuk piloting kebijakan yang tersinkron antara daerah dan pusat.

Nantinya ada rencana aksi yang terhamonisasi dengan tujuan agar tak ada lagi bencana alam di Kalsel. "Karena ancaman ke depan ngeri sekali, hujan makin deras," ujarnya. (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved